JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, mengecam aksi kekerasan Anggota Brimob Polres Tual yang menganiaya siswa Mts hingga tewas berlagak bak kombatan
Diketahui, anggota Brimob Pelopor C itu diduga menghantam seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial AT (14) dengan helm hingga terjatuh di Kota Tual, Maluku Tenggara dan meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026.
BACA JUGA:Hasil Race 2 WorldSSP 2026, Australia: Aldi Satya 'Gak Ada Obat'! Start P28 Finish P2
BACA JUGA:Yusril: Tindakan Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs Hingga Minggal Dunia di Luar Perikemanusiaan
Sugeng menilai perangai Brimob tak cocok berhadapan langsung dengan warga sipil.
Pasalnya menurut Sugeng, pasukan Brimob tidak terlatih untuk melakukan dialog dengan warga sipil sehingga terkesan seperti pasukan tempur atau kombatan.
Sugeng menilai pasukan Brimob adalah kekuatan pemukul untuk Polri, Brimob juga berhadapan langsung dengan gangguan keamanan dengan skala intensitas serius yang menggunakan senjata.
Untuk itu Brimob tak cocok untuk berhadapan langsung atau melakukan pelayanan kepada warga sipil.
BACA JUGA:MUI Kritik Keras Kebijakan Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
BACA JUGA:Buka-bukaan Keuntungan Mitra SPPG, Sony Sonjaya: Ada Resiko yang Ditanggung Mitra
Atas penganiayaan yang telah dilakukan Bripda Masias Siahaya kepada siswa MTs tersebut, kini ia pun telah ditetapkan menjadi tersangka dan diproses kode etik oleh Bidpropam Polda Maluku.
- 1
- 2
- 3
- »





