VIVA – Kisah menarik datang dari megabintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo. Di balik statusnya sebagai ikon global, Ronaldo ternyata pernah menunjukkan rasa hormat dan empati mendalam terhadap budaya lokal Arab Saudi dengan ikut menjalani puasa Ramadan.
Cerita itu diungkapkan mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili. Dalam perbincangan di podcast Thmanyah Sports, ia menyebut Ronaldo sempat mencoba berpuasa Ramadan meski bukan seorang Muslim.
Menurut Sharahili, Ronaldo menjalani puasa selama dua hari penuh bersama rekan-rekannya yang beragama Islam di Al Nassr. Langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk merasakan secara langsung pengalaman spiritual yang dijalani umat Muslim selama bulan suci.
“Tahun lalu, Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim Al Nassr selama Ramadan. Dia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan umat Muslim selama berpuasa,” ujar Sharahili.
Ramadan 2026 sendiri baru saja dimulai bagi umat Muslim di seluruh dunia. Periode ini kerap menjadi sorotan di dunia sepak bola profesional, terutama terkait pengaruh puasa terhadap stamina, pola makan, hingga jadwal latihan para pemain.
Namun, di Arab Saudi situasinya relatif berbeda. Mayoritas pemain beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa. Liga Arab Saudi pun melakukan penyesuaian, mulai dari waktu latihan hingga jadwal kick-off pertandingan, demi menjaga performa para pemain.
Keputusan Ronaldo ikut berpuasa, meski hanya singkat, dipandang sebagai simbol empati, keterbukaan, sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya tempat ia berkarier




