Persiapan Mudik Lebaran 2026, AHY Tekankan Pengaturan Waktu dan Kelayakan Rest Area

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Serang

Pemerintah mulai mematangkan strategi pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi kembali tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan koordinasi lintas kementerian sudah berjalan, terutama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah, kata dia, tidak ingin persiapan dilakukan secara mendadak.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Pola pergerakan masyarakat sudah bisa kita petakan. Karena itu, persiapannya juga harus lebih matang dan terukur,” ujar AHY di Serang, Banten

AHY menjelaskan, salah satu fokus utama adalah pengaturan waktu perjalanan. Pemerintah mendorong skema Work From Anywhere (WFA) agar arus keberangkatan tidak terkonsentrasi dalam satu atau dua hari puncak.

“Kalau semua berangkat di tanggal yang sama, pasti akan terjadi penumpukan luar biasa. Maka kita dorong fleksibilitas waktu kerja supaya masyarakat bisa mengatur jadwal mudiknya lebih longgar,” katanya.

Menurutnya, penyebaran waktu perjalanan dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan ekstrem di jalur-jalur utama, baik tol maupun arteri. Pemerintah juga akan terus memantau potensi puncak arus mudik dan arus balik melalui data statistik tahunan.

Selain pengaturan waktu, kesiapan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius. AHY menegaskan, sejumlah ruas yang mengalami kerusakan ditargetkan rampung sebelum periode mudik dimulai.

“Jalur utama harus dalam kondisi prima. Kita tidak ingin ada hambatan karena jalan berlubang atau perbaikan yang belum selesai saat arus mudik sudah berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah memprioritaskan perbaikan pada ruas strategis yang menjadi penghubung antarwilayah dan jalur distribusi kendaraan terbesar. Percepatan pekerjaan dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, fasilitas pendukung seperti rest area juga menjadi bagian dari evaluasi. Pemerintah menilai keberadaan tempat istirahat yang layak dapat menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi.

“Data setiap tahun menunjukkan faktor kelelahan masih dominan dalam kecelakaan lalu lintas saat mudik. Maka rest area harus benar-benar siap, bersih, aman, dan mampu menampung kebutuhan pemudik,” ujar AHY.

Ia menekankan bahwa rest area bukan sekadar tempat singgah, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan perjalanan. 

Pemerintah akan memastikan fasilitas dasar seperti sanitasi, area parkir, hingga pengaturan arus keluar-masuk kendaraan berjalan optimal.

Dengan berbagai langkah tersebut, AHY berharap mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. 

“Kita ingin masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tanpa dihantui rasa khawatir di perjalanan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timpang, RI Punya 125 Juta Hektare Hutan yang Mengawasi Cuma 4.800 Polhut
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Warga Teheran Tak Bisa Tidur Nyenyak di Tengah Memanasnya AS-Iran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Andre Rosiade: RI Tetap Berlakukan Sertifikasi Halal Produk Makanan-Minuman AS
• 3 jam laludetik.com
thumb
Baleg DPR RI Dorong Pemenuhan Pangan Jemaah Haji dari Produk Dalam Negeri
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Berkah Bulan Suci! Ini 10 Artis yang Melahirkan di Bulan Ramadan
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.