Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Museum Negeri Mpu Tantular, Jawa Timur, untuk meninjau koleksi, fasilitas, serta potensi pengembangan museum sebagai pusat edukasi dan kegiatan budaya.
“Museum Negeri Mpu Tantular, sebuah museum yang cukup besar dengan kawasan sekitar tiga hektar. Di sini banyak sekali koleksi yang dalam riwayatnya dahulu didirikan oleh seorang tokoh Belanda bernama (G.H) Von Faber. Koleksi yang sangat berharga ini sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan Museum Negeri Mpu Tantular merupakan museum besar dengan koleksi berharga yang merepresentasikan perjalanan sejarah dan peradaban Jawa Timur dari masa prasejarah hingga masa kolonial.
Menbud menyampaikan apresiasi karena museum tersebut kini kembali berstatus sebagai museum tipe A.
Ia menilai peningkatan status tersebut harus diikuti dengan penataan penyajian koleksi yang lebih baik kepada publik.
“Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda. Selain itu tentu diperlukan tata cahaya, tata pamer dan storyline untuk membuat museum lebih menarik,” katanya.
Fadli juga menekankan pentingnya pengembangan produk kreatif berbasis koleksi museum sebagai penguatan ekosistem permuseuman.
Ia menyebut merchandise penting dan objek museum dapat menjadi Intellectual Property seperti hiasan Garudeya dan koleksi lainnya.
Museum Mpu Tantular yang sebelumnya berlokasi di Surabaya sejak 2004 menempati lokasi baru di Sidoarjo dan kini memiliki sekitar 15 ribu koleksi dengan sekitar 1.100 koleksi dipamerkan kepada publik.
Sejumlah koleksi unggulan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional antara lain perhiasan bermotif Garudeya, arca Durga Mahisasuramardhini, serta fosil Homo erectus dari Ngawi.
Fadli berharap museum berkembang menjadi ruang aktivitas kebudayaan yang hidup tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan pameran koleksi tetapi juga pusat edukasi dan informasi.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mendukung revitalisasi museum.
Pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui program nonfisik termasuk kegiatan edukasi dan pengembangan museum melalui dana alokasi khusus serta mendorong keterlibatan sektor swasta dan filantropis melalui pendekatan kolaboratif.




