Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Pandegelang
Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) unggul kembali ditegaskan pemerintah melalui kunjungan silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara ke MIRA Institute di Pandeglang, Provinsi Banten.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun generasi yang berdaya saing, berkarakter, sekaligus berlandaskan nilai spiritual.
Dalam kesempatan itu, AHY menyampaikan rasa syukurnya dapat bersilaturahmi langsung dengan pendiri MIRA Institute, Adi Hidayat.
Ia menilai Ustadz Adi Hidayat sebagai sosok ulama kharismatik yang tak hanya memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga konsisten menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.
Menurut AHY, keberadaan MIRA Institute berpotensi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang melahirkan ulama dan pemimpin masa depan. Ia mengapresiasi perkembangan lembaga tersebut yang dinilai progresif dan visioner meski terbilang masih relatif muda.
Senada dengan itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur. Fondasi utama bangsa, kata dia, tetap berada pada kualitas manusianya.
“Kami meyakini bahwa pembangunan bangsa bertumpu pada pembangunan SDM. Infrastruktur penting, tetapi manusianya harus disiapkan agar pembangunan berjalan utuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kabinet yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Transmigrasi terus mendorong kebijakan yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi.
Melalui Kementerian Transmigrasi, pemerintah telah menggulirkan program Transmigrasi Patriot yang dirancang menghadirkan SDM unggul ke wilayah-wilayah pengembangan baru.
Program tersebut difokuskan pada pembentukan karakter kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kompetensi yang adaptif terhadap tantangan global. Harapannya, kawasan transmigrasi tidak hanya tumbuh sebagai pusat ekonomi baru, tetapi juga sebagai ruang lahirnya generasi berintegritas.
Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menyambut hangat kehadiran kedua menteri tersebut. Ia menilai upaya pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan penguatan nilai spiritual sebagai langkah strategis di tengah dinamika global yang kompleks.
Menurutnya, narasi kebangsaan yang kokoh harus dibangun di atas keseimbangan antara intelektualitas, kekuatan fisik, dan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ia melihat komitmen tersebut tercermin dalam visi yang dibawa AHY dan Menteri Iftitah.
Menariknya, Ustadz Adi Hidayat dan Menteri Iftitah diketahui sama-sama berasal dari Pandeglang. Kesamaan latar belakang itu dinilai menjadi energi tersendiri dalam memperkuat sinergi untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Dalam agenda tersebut, rombongan juga berkesempatan meninjau langsung aktivitas santri serta berdialog mengenai peran pendidikan pesantren dalam mencetak generasi muda yang tangguh secara intelektual dan spiritual.
Ustadz Adi Hidayat berharap seluruh program pembangunan pemerintah, baik di sektor infrastruktur, kewilayahan, maupun transmigrasi, dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
Silaturahmi itu bukan sekadar kunjungan formal, melainkan penegasan bahwa pembangunan Indonesia ke depan membutuhkan keseimbangan antara kemajuan fisik dan ketangguhan karakter manusianya.
Editor: Redaksi TVRINews





