Deretan toples kue kering berjejer rapi di Toko Kue Sinar Jaya, Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Lokasi tokonya berada di lantai basement pasar tersebut.
Berbagai macam kue kering khas Lebaran dijual di toko dengan plang nama berwarna hitam itu. Mulai dari kue klasik hingga varian yang modern.
Menurut Eni (26), karyawan toko, Sinar Jaya sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari tradisi belanja kue Ramadan bagi warga.
“1985,” ujar Eni singkat saat ditanya sejak kapan toko itu berdiri, ketika ditemui di lokasi pada Minggu (22/2).
Toko Kue Sinar Jaya awalnya berjualan di Pasar Jatinegara sebagai pedagang musiman. Lapaknya hanya buka satu bulan saat Ramadan. Tapi sang pemilik akhirnya memutuskan untuk menyewa permanen lapak di Pasar Jatinegara untuk berjualan karena permintaan kue kering untuk hampers di luar Ramadan juga banyak.
“Kalau (buka) saat puasa sih sudah sekitar 20 tahun ya, kalau untuk buka setiap harinya baru satu tahun,” kata Eni.
Sebagai pedagang lama, Eni sangat paham kapan waktu teramai untuk penjualan kue kering.
“Nggak terlalu jauh berbeda sih, masih sama aja gitu, cuma di tahun ini belum terlalu ramai aja,” katanya.
Menurutnya lonjakan pembeli biasanya terjadi mulai minggu kedua hingga mendekati hari raya Idul Fitri.
Toko kue ini menjual berbagai kue kering dari yang selalu hadir saat Lebaran seperti nastar dan putri salju. Selain itu varian kue kering baru seperti beragam cookies hingga mete almond special, juga ada. Meski begitu varian klasik tetap menjadi yang paling banyak peminatnya.
“Oh masih juara (nastar), sama putri salju,” ujar Eni.
Diserbu PembeliSore itu, meski Lebaran masih lama, Toko Kue Sinar Jaya sudah banyak didatangi pembeli. Salah satunya, Santi (55), pembeli asal Depok yang sengaja datang setelah mendapat rekomendasi temannya.
“Enggak, saya ada teman, kebetulan kasih tahu katanya suruh ke sini gitu,” ujarnya.
Awalnya ia hanya berniat membeli satu jenis kue, namun akhirnya membawa pulang banyak pilihan.
“Hampir sepuluh jenis (sudah dibeli). Yang utama nastar sebenarnya. Tapi karena di sini banyak yang bagus, akhirnya ikut yang lain juga beli,” kata Santi.
Ia mengaku lebih memilih berbelanja langsung di pasar karena bisa melihat kualitas kue sekaligus bernegosiasi harga.
“Kalau di pasar kan lebih apa ya? Saya lebih-lebih tahu jenisnya, kemudian bisa tawar-menawar lah,” tuturnya.





