Baru-baru ini mantan Presiden AS, Barack Obama, membuat sebuah pernyataan kontroversial dalam sesi wawancara di sebuah podcast dengan menyebut bahwa alien itu nyata. Pernyataan itu viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Pertanyaan apakah kehidupan ada di luar Bumi memang telah menjadi salah satu teka-teki terbesar yang pernah dipikirkan umat manusia. Secara statistik, filosofis, maupun ilmiah, banyak orang ingin menjawab, ya.
Alam semesta begitu luas, planet tak terhitung jumlahnya, dan bahan dasar kehidupan ditemukan hampir di mana-mana. Jika kehidupan bisa muncul sekali, secara teori ia bisa muncul lagi. Namun, di balik semua argumen yang terdengar masuk akal itu, ada satu fakta yang tak bisa dihindari: hingga kini, belum ada bukti konkret bahwa kehidupan di luar Bumi benar-benar ada.
Isu ini kembali ramai setelah mantan Presiden AS, Barack Obama, berbicara dalam wawancara bersama podcaster dan jurnalis Amerika, Brian Tyler Cohen.
Dalam sesi tanya cepat, Cohen melontarkan pertanyaan:
Cuplikan ini langsung memicu spekulasi dan teori konspirasi di internet. Untuk meredam kegaduhan, Obama kemudian memberikan klarifikasi melalui Instagram.
Ia menjelaskan bahwa secara statistik, alam semesta yang sangat luas membuat kemungkinan adanya kehidupan lain cukup besar. Namun, jarak antar sistem tata surya begitu jauh sehingga kecil kemungkinan Bumi pernah dikunjungi alien. Ia juga menegaskan, selama menjabat sebagai presiden, tidak ada bukti bahwa makhluk luar angkasa pernah melakukan kontak dengan manusia.
Area 51 sendiri adalah fasilitas rahasia milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) yang terletak di dalam Nevada Test and Training Range di bagian selatan Nevada. Tempat tersebut telah lama diyakini sebagai lokasi pertemuan manusia dan alien.
Sementara dalam beberapa tahun terakhir, sidang Kongres AS dan pembukaan dokumen pemerintah soal Unidentified Aerial Phenomena (UAP) atau sebelumnya dikenal sebagai UFO memang kembali populer.
Bahkan, pada 2021, Pentagon membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki fenomena tersebut. Namun, di luar klaim sensasional dan video yang masih diperdebatkan, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan alien sudah berada di Bumi.
Para ilmuwan memandang isu ini secara serius melalui bidang yang disebut astrobiologi, studi tentang kemungkinan kehidupan di luar Bumi. Pertanyaan tentang alien sangat terkait dengan bagaimana kehidupan berevolusi di Bumi. Kehidupan di luar sana mungkin tidak menyerupai bentuk yang kita kenal. Namun, dengan estimasi sekitar 100 miliar planet di galaksi kita saja, kecil kemungkinan—secara statistik— bahwa manusia adalah satu-satunya bentuk kehidupan.
Sejumlah proyek ilmiah telah dilakukan. Survei radio seperti yang dilakukan oleh SETI belum menemukan sinyal meyakinkan. Rover Perseverance milik NASA menemukan batuan di Mars dengan tanda-tanda perubahan yang bisa dijelaskan oleh aktivitas biologis. Rover Curiosity juga mendeteksi kelimpahan zat kimia tertentu yang berpotensi terkait dengan kehidupan.
Di luar Mars, bulan Saturnus, Enceladus, dengan ventilasi hidrotermalnya, dinilai memiliki lingkungan yang mungkin cocok bagi kehidupan. Begitu pula dengan bulan es milik Jupiter yang terus menjadi target misi penelitian.
Namun, semua itu masih berupa indikasi lingkungan yang mendukung, bukan bukti langsung adanya makhluk hidup. Hingga kini, lebih dari 6.000 exoplanet telah terkonfirmasi, dan lebih dari 10.000 lainnya menunggu verifikasi. Meski begitu, belum ada “kembaran Bumi” yang benar-benar identik ditemukan.
Secara probabilitas, peluang adanya kehidupan di luar Bumi memang cukup besar. Namun, sampai hari ini, manusia belum menemukannya. Dan seperti ditegaskan Obama, jika pun alien ada, mereka jelas tidak sedang disembunyikan di pangkalan militer Amerika Serikat di Nevada.
Di tengah luasnya alam semesta, pertanyaan apakah kita sendirian? tetap terbuka. Ilmu pengetahuan terus mencari jawabannya, dengan data, bukan spekulasi.





