JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengebut proses relokasi warga Kelurahan Kamal yang bermukim di lahan calon Taman Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres.
Namun, Lurah Kamal, Edy Sukarya mengakui proses pemindahan ini tidak berjalan mulus akibat habisnya unit rumah susun (rusun) yang di Jakarta Barat.
"Pada prinsipnya mereka mau semua sebetulnya (direlokasi), cuma sayang rusunnya jauh. Saya sudah survei sama mereka, kendalanya itu doang, jauh," ungkap Edy saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Edy menyebut, tantangan terberat saat ini membujuk para warga untuk mau mengikuti relokasi, meski rusun yang dituju letaknya cukup jauh.
Menurutnya, rusun yang saat ini tersedia hanya ada di luar Jakarta Barat dan jaraknya jauh dari rumah asal warga di Kamal dan Tegal Alur, Kalideres.
Baca juga: 9 KK Warga Kamal di TPU Pegadungan Direlokasi ke Rusun
“Yang ada itu sekarang di Jagakarsa, Jakarta Selatan, terus di Rusunawa Rorotan sama Rusunawa Nagrak, Jakarta Utara. Nah, kendalanya mereka menolak kalau terlalu jauh dipindahkannya,” kata Edy.
Edy menyebut alasan para warga menolak relokasi tersebut adalah karena takut kehilangan mata pencahariannya.
Pasalnya, kata dia, mayoritas warga sudah menetap puluhan tahun di lokasi tersebut dan menggantungkan kehidupan dari mata pencahariannya di lokasi itu, seperti berdagang dan bekerja serabutan.
"Mereka kan itu bertahun-tahun di situ, 30 tahun lebih, orang pribumi, pindah tiba-tiba jauh. Masalahnya cari nafkah, kalau pindah doang gampang," ujar Edy.
Baca juga: Kamal Jadi Titik Banjir Terparah, Pemkot Jakbar Akan Bangun Pintu Air Baru
Ia bahkan menyoroti Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta yang dinilai kurang matang menyiapkan program relokasi ini karena tak siap menyediakan rusun tujuan bagi warga.
"Harusnya tuh dulu kalau mau mindahin ke rusun gitu, Dinas Perumahan harus siap. Ini mah enggak, kita disuruh nyari sendiri. Aduh, kita lurah kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, ngerayu-rayu warga, minta yang deket," ucapnya.
Ke depannya, Edy menyebut akan fokus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari ketersediaan rumah susun yang dapat segera ditempati untuk program relokasi TPU Pegadungan.
Ia berharap proses relokasi warga selesai tepat waktu, yaitu sepekan setelah Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Maret 2026.
9 KK Sudah PindahMeski penuh kendala, Edy menyebut saat ini sudah ada sembilan Kartu Keluarga (KK) yang direlokasi ke beberapa rusun.
Pemindahan sembilan KK ini sengaja dilakukan lebih awal sebagai percontohan bagi warga lainnya.





