Panen Raya di Sidrap, SAR: Harga Gabah Gacor Tembus Rp7.300 Per Kilogram

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif melakukan panen raya padi di hamparan persawahan Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap pada Minggu, 22 Februari.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Bumi Nene Mallomo.

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Abdul Rahman dan Basri, Kepala Dinas TPHPKP, Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bulog Sidrap Ivan Faisal, Camat Pitu Riawa Ali Husain, serta Sekretaris Dinas Kominfo Mursalim Halim.

Hadir pula Kepala Desa Otting, para penyuluh pertanian, guru se-Desa Otting, serta puluhan anggota kelompok tani.

Prosesi panen raya ditandai dengan pengoperasian alat mesin pertanian (alsintan) modern jenis combine harvester oleh Bupati Sidrap untuk mempercepat proses panen.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan sejumlah capaian dan program strategis untuk kesejahteraan petani.

Ia menyebutkan, luas sawah di Desa Otting mencapai kurang lebih 1.200 hektare, terdiri atas sawah tadah hujan dan sawah irigasi.

“Sawah tadah hujan seluas 1.200 hektare berada di wilayah Elle Otting, sedangkan sawah irigasi berada di Otting, Jampu, dan sekitarnya,” jelasnya.

Syahar juga mengungkapkan produktivitas padi di wilayah tersebut mencapai lebih dari 10 ton per hektare.

Untuk harga gabah saat ini di Sidrap, Syahar menuturkan bahwa sudah tembus Rp7.300 per kilogram. Bahkan satu karung gabah bisa tembus Rp1,095 juta.

“Di Sidrap memang gacor, harga gabah hari ini Rp7.300 per kilogram. Saya senang jika ada yang membeli di atas harga yang ditetapkan Bulog, yaitu Rp6.500 hingga Rp6.800. Sebagai pemerintah, saya ingin petani Sidrap semakin makmur,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai bantuan telah diberikan kepada petani di Kecamatan Pitu Riawa. Sebanyak 173 hektar lahan di Otting mendapat bantuan pompa air untuk lahan nonrawa.

Sementara di seluruh Pitu Riawa yang memiliki luas lahan kurang lebih 3.000 hektare, telah diberikan bantuan sumur bor bertenaga listrik.

“Sekarang sudah masuk tahap pemasangan listrik, sehingga musim tanam berikutnya tidak ada lagi kendala air,” katanya.

Syahar juga memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan obat-obatan pertanian dalam kondisi aman. Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk perbaikan irigasi Bulu Cenrana.

“Kami juga menyiapkan 16 brigade pangan untuk Kecamatan Pitu Riawa, termasuk dua unit untuk Desa Otting. Ini adalah sarana yang kita siapkan untuk mempermudah petani,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Syahar mengajak warga Pitu Riawa untuk bekerja dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta menghidupkan lampu jalan di wilayah Otting. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasat Narkoba Toraja Utara Kini Diperiksa Propam Polda Sulsel, Bagaimana dengan Pengungkapan Dugaan Setoran Rp13 Juta per Minggu?
• 3 jam laluharianfajar
thumb
"Cash is King", Ramai-Ramai Raksasa Dunia Siapkan Amunisi Tunai
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Zaskia Sungkar dan Irwansyah Dikaruniai Anak Kedua
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Negara Arab Kecam Dubes AS untuk Israel atas Hak Kuasai Timur Tengah: Pernyataan Provokatif
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
WNA Protes Speaker Tadarus di Gili Trawangan, Kemenag Ingatkan Aturan Pengeras Suara
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.