Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto mengisi sepekan agenda 15–22 Februari 2026 dengan rangkaian kegiatan strategis di dalam dan luar negeri, mencakup penguatan diplomasi ekonomi, kerja sama perdagangan internasional, serta komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian global.
Pekan diawali dengan Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu pagi. Tradisi yang digelar Pasukan Pengamanan Presiden ini melibatkan sekitar 150 personel dan 30 ekor kuda, serta terbuka bagi masyarakat. Presiden Prabowo meminta prosesi dikemas khidmat sekaligus atraktif agar menjadi daya tarik publik. Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang menyaksikan langsung. Tradisi ini merepresentasikan kesiapsiagaan pengamanan Istana sekaligus mempererat kedekatan negara dan rakyat.
Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan oleh Paspampres (Foto: Sekretariat Kabinet)
Masih pada Minggu sore, 15 Februari 2026, Presiden memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan membahas penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika serta perundingan ekonomi global. Presiden menegaskan setiap langkah diplomasi ekonomi harus berpihak pada kepentingan nasional, mendorong produktivitas industri dalam negeri, dan memperkuat rantai pasok global agar berdampak jangka panjang.
Foto: BPMI Setpres/Akun Media Sosial @sekretariat.kabinet
Senin, 16 Februari 2026, Presiden Prabowo bertolak menuju Washington, D.C., Amerika Serikat, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Agenda utama mencakup pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama strategis di bidang ekonomi, serta penandatanganan perjanjian dagang.
Presiden Prabowo Subianto dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 16 Februari 2026. (Foto:BPMI Setpres/Rusman)
Di Washington, Presiden menghadiri roundtable pada Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council, Rabu, 18 Februari 2026. Dalam forum ini, Presiden menekankan arti penting perjanjian perdagangan bagi dunia usaha dan investasi kedua negara. Kepala Negara juga menegaskan komitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari penguatan iklim investasi. Optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional yang terus tumbuh, didukung investasi asing senilai 53 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu, turut disampaikan.
Pada hari yang sama, Presiden menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman senilai 38,4 miliar dolar AS di U.S. Chamber of Commerce. Kesepakatan ini mencakup sektor pertambangan, hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, manufaktur, serta teknologi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)
Kamis, 19 Februari 2026, Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington, D.C. Dalam forum ini, Presiden menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung rekonstruksi Gaza dan mendorong Solusi Dua Negara.
“Akan ada berbagai tantangan, namun kita akan mampu mengatasinya. Kita akan mewujudkan impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang bertahan lama serta solusi damai bagi persoalan Palestina, termasuk di Gaza,” ujar Presiden Prabowo.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance. Melalui kesepakatan ini, sebanyak 1.819 produk nasional memperoleh tarif nol persen di pasar AS, termasuk sawit, kopi, kakao, dan komponen elektronik. Perjanjian ini juga mencakup peningkatan ekspor tekstil hingga sepuluh kali lipat, perlindungan harga pangan domestik, serta komitmen investasi strategis senilai total 38,4 miliar dolar AS.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026 (Foto: BPMI Setpres/White House).
Implementasi perjanjian di sektor energi dan sumber daya mineral diarahkan untuk menjaga ketahanan energi dan keseimbangan neraca perdagangan. Alokasi pembelian energi dari AS senilai sekitar 15 miliar dolar AS dilakukan tanpa menambah ketergantungan impor. Seluruh proses negosiasi tetap mengacu pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Jumat, 20 Februari 2026, Presiden menerima 12 CEO global dengan total aset kelolaan mencapai sekitar 15 triliun dolar AS. Pertemuan ini membuka peluang investasi guna membangun rantai ekonomi dan lapangan kerja di dalam negeri, disertai penekanan pada tata kelola pemerintahan serta kepastian hukum.
Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam sebuah pertemuan sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat 20 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres)
Rangkaian diplomasi ekonomi pekan ini ditutup dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Sekretariat Kabinet, Minggu, 22 Februari 2026.
“Presiden Prabowo telah melakukan diplomasi langsung dengan Presiden Trump. Kini, Indonesia siap dengan segala kemungkinan yang ada. Kita sudah sedia payung sebelum hujan. Bismillah...,” tulis Teddy.
Editor: Redaktur TVRINews





