Jakarta, ERANASIONAL.COM – Dunia hiburan internasional kembali berduka. Aktor Eric Dane meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026, dalam usia 53 tahun setelah hampir satu tahun berjuang melawan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit neurodegeneratif progresif yang belum memiliki obat. Di tengah masa-masa terberat hidupnya, Dane mendapatkan dukungan personal dari sahabatnya sesama aktor Hollywood, Johnny Depp.
Dukungan tersebut bukan sekadar kata-kata simpati. Bintang film Pirates of the Caribbean itu disebut membuka salah satu properti miliknya di kawasan Sunset Strip, Los Angeles, untuk ditempati Dane selama menjalani pengobatan dan perawatan.
Menurut laporan media hiburan Page Six, rumah tersebut diberikan dengan skema “bayar sesuai kemampuan”. Artinya, Dane tidak diwajibkan membayar sewa penuh dan bahkan diperbolehkan tinggal tanpa beban biaya apabila kondisinya tidak memungkinkan.
Sumber terdekat yang dikutip media tersebut menyebutkan bahwa langkah Depp bertujuan meringankan tekanan finansial yang dialami Dane selama menjalani terapi medis intensif.
“Eric memiliki satu kekhawatiran yang sedikit berkurang. Ia pada dasarnya tinggal gratis di salah satu rumah milik Johnny. Johnny memintanya membayar semampunya,” ujar sumber tersebut.
Bagi banyak pihak, tindakan Depp mencerminkan solidaritas personal yang jarang terekspos di tengah gemerlap industri hiburan. Ketika sorotan publik kerap tertuju pada kontroversi atau proyek film terbaru, kisah ini menghadirkan sisi lain persahabatan di Hollywood.
ALS, yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, adalah gangguan pada sistem saraf yang menyerang sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyebabkan hilangnya kendali otot secara bertahap hingga berdampak pada kemampuan berbicara, bergerak, bahkan bernapas.
Eric Dane pertama kali mengumumkan diagnosis ALS yang dideritanya pada April 2025. Dalam wawancara dengan majalah People, ia mengungkapkan tekad untuk tetap kuat demi keluarga dan para penggemarnya.
Ia juga memilih bersikap terbuka kepada publik mengenai kondisinya. Baginya, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ALS, penyakit langka yang hingga kini belum ditemukan obatnya.
Tak hanya itu, Dane aktif dalam kegiatan advokasi dan bergabung sebagai anggota dewan direksi organisasi riset ALS, Target ALS, yang berfokus pada pendanaan penelitian untuk menemukan terapi dan penyembuhan penyakit tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa ia tidak sekadar berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk para pasien lain di seluruh dunia.
Eric Dane dikenal luas publik lewat perannya sebagai Dr. Mark Sloan dalam serial televisi populer Grey’s Anatomy. Karakter yang dijuluki “McSteamy” itu membuat namanya melambung dan menjadi salah satu figur favorit penggemar drama medis tersebut.
Selain itu, ia juga tampil dalam serial Euphoria, yang memperkenalkan dirinya kepada generasi penonton yang lebih muda. Kariernya di industri hiburan berlangsung lebih dari dua dekade, mencakup berbagai film dan produksi televisi.
Rekan-rekan sesama aktor dan kru produksi menggambarkannya sebagai pribadi hangat, pekerja keras, dan penuh dedikasi. Banyak yang menyebut bahwa di balik persona bintang layar kaca, Dane adalah sosok keluarga yang sangat mencintai istri dan kedua putrinya.
Dalam pernyataan resmi, keluarga menyampaikan bahwa Eric Dane menghabiskan hari-hari terakhirnya dikelilingi oleh orang-orang tercinta, termasuk istri dan dua putrinya, Billie dan Georgia. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan publik selama masa perjuangan melawan penyakit tersebut.
“Ia akan sangat dirindukan dan selalu dikenang dengan penuh kasih. Eric sangat mencintai para penggemarnya dan selamanya bersyukur atas dukungan yang diterimanya,” demikian pernyataan keluarga, seraya memohon privasi untuk menjalani masa berkabung.
Kepergian Dane menambah daftar panjang figur publik yang meninggal akibat ALS. Penyakit ini telah lama menjadi perhatian komunitas medis global karena sifatnya yang progresif dan kompleks. Meski berbagai penelitian terus dilakukan, terapi yang tersedia saat ini umumnya hanya bertujuan memperlambat perkembangan gejala.
Dukungan Johnny Depp terhadap Eric Dane menjadi simbol bahwa di balik kerasnya industri hiburan, masih ada ruang untuk empati dan solidaritas. Persahabatan keduanya diyakini terjalin melalui lingkaran pergaulan selebritas Hollywood, sebelum akhirnya semakin erat di masa-masa sulit.
Banyak pengamat menilai, tindakan Depp membuka rumah pribadinya menunjukkan bentuk bantuan yang sangat personal dan bermakna. Di tengah beban emosional dan fisik akibat penyakit, kepastian tempat tinggal yang aman dan nyaman tentu menjadi faktor penting bagi kualitas hidup pasien.
Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan penyakit serius tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan sosial dan emosional. Dalam situasi seperti itu, kehadiran sahabat dapat menjadi sumber kekuatan tersendiri.
Dunia hiburan kini mengenang Eric Dane bukan hanya sebagai aktor berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang berani menghadapi penyakitnya dengan terbuka dan penuh keteguhan. Sementara itu, solidaritas Johnny Depp menjadi catatan tersendiri tentang arti persahabatan di tengah ujian kehidupan.





