TABLOIDBINTANG.COM - Taylor Swift menjadi perbincangan setelah sosok perempuan yang sangat mirip dengan bintang pop dunia tersebut tampil di hadapan tamu undangan di sebuah pernikahan di Jamnagar, India.
Cuplikan singkat dari perayaan pernikahan pasangan bernama Ahana Raheja dan Yash Patel yang digelar mewah itu viral dan membuat warganet terkejut. Sosok perempuan berbusana gemerlap tersebut tampil penuh percaya diri di atas panggung, memicu spekulasi bahwa sang superstar tur Eras Tour diam-diam hadir dalam acara privat tersebut.
Dalam hitungan jam, jagat maya diramaikan satu pertanyaan besar: apakah Swift benar-benar memilih tampil di pesta pernikahan eksklusif di India ketimbang konser resmi?
Namun ketika antusiasme mencapai puncaknya, fakta terungkap. Sosok di atas panggung bukanlah pelantun "Cruel Summer", melainkan Ashley Leechin, seorang perempuan yang dikenal luas sebagai doppelgänger atau sosok mirip Swift.
Leechin, yang merupakan mantan perawat, telah lama dikenal karena kemiripannya yang mencolok dengan pemenang 14 Grammy Awards tersebut. Penampilannya kerap membuat penggemar terkecoh dalam berbagai kesempatan sebelumnya.
Sebelum kebenaran terkonfirmasi, sejumlah pengguna media sosial bersikeras bahwa penampilan itu asli. Mereka menyoroti latar belakang mempelai yang disebut-sebut berasal dari keluarga terpandang dan memiliki koneksi dengan keluarga Mukesh Ambani, yang sebelumnya pernah mengundang Rihanna dan Justin Bieber untuk tampil dalam acara keluarga.
A post shared by Ashley Leechin (@itsjustashley13)
Menurut sebagian warganet, bukan hal mustahil bagi Swift, 36 tahun, untuk hadir dalam perhelatan elit serupa. Mereka berpendapat keluarga dengan status tersebut tentu tidak akan sekadar menghadirkan penampil yang hanya mirip.
Meski demikian, terlepas dari kemegahan lokasi dan koneksi sosial pasangan pengantin, telah dipastikan bahwa penampil tersebut hanyalah Ashley Leechin. Pernikahan mewah itu bukanlah panggung rahasia berbayar tinggi bagi Swift, melainkan sekali lagi bukti bahwa kemiripan yang meyakinkan dapat dengan mudah memicu salah identifikasi di era viral media sosial.




