Pengguna iPhone Tak Bisa Pakai Fitur QRIS Terbaru, Apple Datangi BI

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: Suasana aktivitas jual beli di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga RI pemilik iPhone masih juga tak bisa menggunakan fitur terbaru QRIS keluaran Bank Indonesia. Fitur terbaru QRIS tersebut adalah cara membayar tanpa kamera yaitu lewat QRIS Tap.

BI meminta agar para pengguna iPhone yang belum bisa menggunakan fitur QRIS Tap untuk bersabar. Menurut BI, pihak Apple dari kantor pusatnya telah mendatangi BI dan menyatakan akan mendalami fitur QRIS Tap.

"Pengguna QRIS untuk iPhone bersabar karena apple belum buka NFC fiturnya. Apple RI dan headquarter sudah datang akan mendalami fitur QRIS Tap untuk buka fitur NFC," ujar Deputi Gubernur BI Fillianingsih Hendarta, dalam paparan hasil RDG BI, Kamis (19/2/2026).


Seperti diketahui, perangkat iPhone sejatinya sudah memiliki fitur NFC yang dapat mendukung sistem pembayaran nirsentuh seperti QRIS Tap. Namun, kebijakan global Apple saat ini belum sepenuhnya membuka akses penggunaan NFC bagi aplikasi lokal di Indonesia.

Pilihan Redaksi
  • Cara Bikin QRIS All Payment Buat Warung hingga Pedagang Kaki Lima
  • Dunia Benar-Benar Berubah, Ramai Negara Ikut Aturan RI
  • Siap-siap Ancaman Krisis 2026, Warga Kompak Borong Komputer

Sementara itu, penggunaan QRIS Tap semakin meluas. QRIS Tap, kata Fillianingsih, telah mencakup layanan transportasi dan hotel serta restoran. Di sektor hospitality, total transaksi telah mencapai 475 ribu transaksi, tumbuh 7,9% secara bulanan (month to month/mtm).

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65% (yoy) pada Januari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

"Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47% (yoy)," kata Perry dalam paparan hasil RDG BI, Jumat (19/2/2026).

Dia menegaskan kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 455 juta transaksi atau tumbuh 34,41% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.176 triliun pada Januari 2026.

Sementara itu, Perry menuturkan volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi atau tumbuh 7,60% (yoy), dengan nilai sebesar Rp19.555 triliun pada Januari 2026. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,41% (yoy) menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Solusi Kelistrikan Yang Penting Bagi Proyek Data Center Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Beasiswa LPDP Harus Diakses Semua Kalangan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Tapanuli Tengah validasi ulang rumah rusak pascabanjir Tukka
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Diduga Dianiaya Senior, Anggota Polri di Sulsel Meninggal Usai Dirawat | SAPA MALAM
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Sidang Nadiem Makarim, Jaksa Pertanyakan Terkait Miliaran Saham ke Bos GOTO Andre
• 51 menit laluidxchannel.com
thumb
Profil El Mencho, dari Polisi Jadi Bos Narkoba Paling Bengis di Meksiko
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.