Huntara mulai dibangun di desa terisolir di Aceh Timur pascabencana

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Aceh Timur, Aceh (ANTARA) - Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Sahraja Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur, yang terisolir pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025.

“Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara,” ujar Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari Muhammad Irwan ketika dijumpai selepas buka puasa bersama di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu.

Irwan menyampaikan akses jalan menuju Desa Sahraja yang selama ini tertutup lumpur, kini sudah terbuka.

Pembersihan lumpur telah menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan oleh TNI sejak awal bencana banjir melanda kawasan tersebut.

Baca juga: Huntara untuk dusun terisolir di Aceh Timur terhambat akses

Baca juga: Pemkab: 300 huntara selesai dibangun di Aceh Timur

Lebih lanjut, Irwan juga menyampaikan pembangunan huntara untuk Desa Sahraja ditargetkan selesai pada Idul Fitri atau pada Maret 2026. Adapun jumlah huntara yang akan dibangun berkisar 1.500 unit.

“Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan,” ucap Irwan.

Berdasarkan pantauan ANTARA di Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu, sejumlah petak tanah telah diratakan dan dipersiapkan untuk pembangunan unit-unit huntara.

Desa Sahraja, Aceh Timur, merupakan salah satu desa yang menderita dampak terburuk pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.

Rudi Jasa, seorang warga Desa Sahraja yang ditemui di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh relawan, pemerintah, dan pihak-pihak terkait.

Ia pun mengakui pembangunan huntara di Desa Sahraja tergolong lebih lambat apabila dibandingkan dengan desa-desa lainnya, sebab akses yang sulit dari pinggir jalan.

“Alhamdulillah huntara sudah mulai (dibangun). Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan. Kalau hujan, kendala untuk bawa materialnya ke lokasi, makanya tempat kami paling lambat,” ucap Rudi.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, Rudi menyampaikan warga yang semula menempati Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Karena kalau di sini (Dusun Sarah Gala) rawan banjir,” ucap Rudi.

Baca juga: Bupati: Sebanyak 124 huntara selesai dibangun di Aceh Timur

Baca juga: Pemkab Aceh Timur siapkan pembangunan 1.046 huntara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab: Produk AS yang Masuk Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
[Liputan Terlarang] Menjual Darah Demi Bertahan Hidup : Ratapan Pengangguran di Tiongkok
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan 19 Kios di Labuan Pandeglang Jelang Buka Puasa
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Tarif 0 Persen untuk 99 Persen Produk AS yang Masuk RI, Bakal Ganggu UMKM?
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov DKI Klaim Tertibkan 100 Titik Parkir Liar Setiap Hari
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.