Viterbo, VIVA – Kabar membanggakan datang dari dunia balap internasional. Pembalap gokart muda Indonesia, Qarrar Firhand, tampil luar biasa pada seri pembuka WSK Euro Series 2026 di Sirkuit Internasional Viterbo, Italia, 12–14 Februari. Berlaga di kelas elite OK Championship, Qarrar tak hanya merebut kemenangan, tetapi juga langsung mengamankan posisi puncak klasemen sementara.
Dominasi Qarrar sudah terlihat sejak rangkaian heat hingga prefinal. Namun penampilan paling impresif justru muncul pada balapan final yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah, situasi yang biasanya meningkatkan risiko kesalahan pembalap.
Alih-alih kesulitan, Qarrar justru melesat meninggalkan para pesaingnya. Ia finis terdepan dengan margin waktu sangat lebar, hampir lima detik dari posisi kedua yang ditempati Benjamin Manach. Di level karting internasional, selisih sebesar ini tergolong sangat mencolok dan jarang terjadi, terutama dalam lomba dengan trek licin.
Catatan waktu terbaiknya menembus kisaran 1 menit 03 detik, dengan kecepatan puncak di atas 100 km per jam meski dalam kondisi wet race. Konsistensi dan kontrol mobil di lintasan basah menjadi faktor utama kemenangan telak tersebut.
- Istimewa
Kemenangan pada seri pembuka memberikan poin maksimal bagi pembalap yang memperkuat tim Ward Racing itu. Hasilnya, Qarrar langsung memimpin klasemen sementara OK Championship dengan selisih poin signifikan dari para pesaing.
Keunggulan besar sejak awal musim ini penting secara strategis, karena kalender WSK Euro Series relatif singkat. Pembalap yang mampu unggul jauh di seri pertama biasanya memiliki peluang lebih besar mempertahankan posisi hingga akhir musim.
Musim 2026 menjadi fase krusial dalam karier Qarrar. Setelah bertahun-tahun ditempa di sirkuit karting Eropa yang dikenal sebagai jalur pembinaan utama pembalap Formula—ia dijadwalkan menjalani debut di ajang Formula 4 Inggris pada pertengahan tahun.
Langkah ini mengikuti pola umum karier pembalap profesional: karting internasional → Formula 4 → Formula 3 → Formula 2 → Formula 1. Banyak pembalap F1 modern, termasuk juara dunia, memulai perjalanan dari kompetisi WSK dan karting Eropa.
Keberhasilan di Italia menjadi indikator penting kesiapan Qarrar naik kelas. Adaptasi terhadap kondisi basah, konsistensi kecepatan, serta kemampuan menjaga jarak dengan rival adalah parameter utama dalam evaluasi pembalap muda oleh tim-tim junior Formula.





