Anggota DPR F-PDIP Ingatkan Penerima LPDP Tidak Pansos: Itu Pajak Rakyat

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menanggapi terkait alumni LPDP inisial DS yang viral menyampaikan 'cukup saya WNI, anak jangan' dan kini menuai sorotan publik. Bonnie mengingatkan penerima beasiswa LPDP untuk sadar bahwa biaya pendidikan mereka dibiayai oleh pajak rakyat.

"Para penerima LPDP harus mengemban kepercayaan dalam menggunakan uang beasiswanya, terutama karena dana tersebut dihimpun dari pajak rakyat," kata Bonnie saat dihubungi, Senin (23/2/2026).

Legislator PDIP ini mengatakan beasiswa LPDP tidak seharusnya dipakai hanya untuk keuntungan pribadi. Namun, para penerima harus mengembalikan pajak rakyat itu dengan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Baca juga: Anggota Komisi XI DPR Ingatkan DS Alumni LPDP Sadar Diri

"Para sarjana yang beruntung mendapat beasiswa LPDP jangan gunakan hanya untuk pansos ke puncak menara gading di atas gunung, tapi gunakan untuk turun gunung membantu memecahkan persoalan yang dihadapi rakyat dengan latar belakang ilmu dan keahliannya masing-masing," terang Bonnie.

Menurut Bonnie, aturan dan syarat penerima beasiswa LPDP saat ini telah terstruktur. Dia menilai kasus-kasus para peraih beasiswa LPDP yang bermasalah merupakan persoalan masing-masing individu.

"Saya kira persyaratan LPDP sudah bagus. Tinggal konsistensi dalam menjalankan kesepakatan saja," katanya.

Ucapan DS yang Viral

Pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video dirinya tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

Baca juga: Prabowo, LPDP, Investasi Negara, dan Krisis Nasionalisme

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," ujarnya.

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.

Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.

"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Penerima beasiswa LPDP inisial DS pun meminta maaf. Permintaan maaf terbuka itu disampaikan lewat akun Instagramnya.

Baca juga: Wamen Stella Buka Suara Heboh Alumni LPDP 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan'

Dilihat detikcom, pemilik akun @sasetyaningtyas mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada Jumat (20/2). Ia menyebut pernyataan tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui langkah yang diambilnya keliru dan tidak tepat.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," ujarnya.




(ygs/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muzani: RI ikut BoP untuk bebaskan Palestina dari cengkeraman Israel
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Masuk Bali Tanpa Dokumen, Tujuh WN Bangladesh Ditangkap
• 6 jam laludisway.id
thumb
Nottingham Forest vs Liverpool, Gol Larut Alexis Mac Allister Pastikan Kemenangan The Reds
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diplomasi Global Presiden Prabowo dalam Sepekan
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
MA dan Komisi Yudisial Bersinergi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Hakim | MA NEWS
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.