JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebiasaan berbuka puasa dengan gorengan memang sulit dihindari. Teksturnya renyah, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di mana-mana. Namun, di balik kenikmatannya, ada risiko kesehatan yang tak bisa dianggap sepele.
Dietisien dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, mengingatkan konsumsi gorengan secara berlebihan saat berbuka maupun sahur dapat membebani organ tubuh yang sebelumnya beristirahat selama berpuasa.
“Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” kata Yesi dikutip dari Antara, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, berbuka puasa dengan gorengan membuat asupan lemak dalam tubuh langsung melonjak, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kondisi ini membuat organ-organ vital bekerja lebih keras dari seharusnya.
Baca Juga: BBPOM Jakarta Bagikan Tips Pilih Takjil Aman Selama Ramadan 2026
Yesi menjelaskan, organ pertama yang terdampak adalah hati. Kelebihan lemak akan disimpan di organ tersebut. Jika penumpukan terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa berkembang menjadi perlemakan hati, peradangan, sirosis, bahkan kanker hati.
Tak berhenti di situ, jantung dan pembuluh darah juga ikut terdampak. Lemak berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan memicu penyumbatan.
"Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah, sehingga terjadi penyumbatan berisiko terjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner," ujarnya.
Selain hati dan jantung, pankreas serta empedu juga bisa terdampak. Konsumsi lemak berlebih berisiko memicu resistensi insulin yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terkena diabetes.
Ginjal pun tak luput dari ancaman. Lemak berlebih memaksa ginjal bekerja lebih keras, yang dalam jangka panjang bisa berkembang menjadi penyakit ginjal kronik.
Bahkan paru-paru bisa ikut terganggu. Yesi menjelaskan lemak di area perut dapat menekan diafragma, sehingga menimbulkan sesak napas.
"Efek lainnya terjadi pada sistem reproduksi yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan karena ketidakseimbangan hormon," kata Yesi.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ramadan 2026
- gorengan saat buka puasa
- bahaya gorengan
- tips buka puasa sehat
- perlemakan hati
- penyakit jantung





