Pengusaha Mesin Logam Tolak Rencana Impor Pikap Agrinas

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) menilai langkah perusahaan pelat merah PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun tidak sejalan dengan agenda penguatan industri nasional yang tengah digaungkan pemerintah.

Ketua Umum Gamma Dadang Asikin menyampaikan penyesalannya atas kebijakan tersebut karena tidak mendukung tumbuhnya kemandirian industri permesinan dalam negeri.

“Di saat pemerintah mendorong penguatan TKDN, substitusi impor, serta keberpihakan terhadap produk dalam negeri, justru BUMN mengambil langkah yang berlawanan dengan arah kebijakan strategis nasional,” kata Dadang kepada Bisnis, Senin (23/2/2026).

Menurut Dadang, keputusan impor itu bertolak belakang dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan kendaraan nasional di lingkungan pejabat dan institusi pemerintah, termasuk Maung produksi PT Pindad. Dia menilai inkonsistensi kebijakan dapat melemahkan semangat substitusi impor dan penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kebijakan tersebut juga, menurut dia, berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap keberpihakan pemerintah pada industri nasional, sekaligus melemahkan daya saing sektor otomotif dan manufaktur dalam negeri. Apalagi, industri otomotif dinilai menjadi salah satu pemicu pertumbuhan industri pengerjaan logam dan mesin yang menjadi tulang punggung rantai pasok.

“Jika alasan impor didasarkan pada spesifikasi teknis, maka PT Agrinas seyogyanya membuka secara transparan kajian teknis dan pertimbangan ekonominya kepada publik. Tanpa keterbukaan, keputusan tersebut patut dipertanyakan dan berpotensi mencederai semangat nasionalisme industri,” ujarnya.

Baca Juga

  • Impor Pikap 4x4 dari India Rp24,66 Triliun untuk Kopdes Merah Putih, Ini Penjelasan Agrinas
  • Fuso Akui Sempat Ikut Tender Kendaraan Niaga oleh Agrinas, Berujung Impor dari India
  • Silang Pendapat Bos Agrinas dan Menperin Soal Impor 105.000 Pikap India

Lebih lanjut, dia mengungkap dampak ke industri permesinan yang memiliki efek pengganda ekonomi luas, mulai dari industri baja dan logam dasar, komponen kecil dan menengah, sektor pendidikan vokasi dan teknik, hingga penyerapan tenaga kerja terampil. 

“Industri permesinan adalah jantung industrialisasi otomotif nasional. Sehingga jika ada situasi atau kebijakan untuk melemahkan industri otomotif akan berdampak langsung pada penguatan industri penyokongnya seperti industri pengerjaan logam dan mesin,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk oleh pemerintah sebagai pelaksana pembangunan fisik program Kopdes Merah Putih melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan dan pengembangan koperasi tersebut.

Dalam implementasinya, PT Agrinas Pangan Nusantara merealisasikan impor 105.000 unit kendaraan dari India yang terdiri atas 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd., 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama.

Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026 dan sebanyak 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia. Pemerintah mempertimbangkan kapasitas produksi pikap domestik sekitar 70.000 unit per tahun, potensi gangguan terhadap kebutuhan logistik lain jika seluruhnya diserap dari pasar lokal, serta aspek harga dan spesifikasi yang dinilai lebih kompetitif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebijakan TKDN Tetap Berlaku, Perusahaan AS Tidak Bebas Sepenuhnya
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Muzani Berterima Kasih kepada Parpol yang Dukung Prabowo 2 Periode
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 23 Februari 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Revitalisasi Sekolah Diperluas, Kemendikdasmen Perkuat Layanan Pendidikan di Wilayah 3T
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Kabar Gembira! Operator Seluler Mulai Adopsi Skema Kuota Data Tanpa Hangus
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.