Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (23/2/2026) dibuka menguat ke 8.368,61. Seturut penguatan indeks komposit, saham big caps seperti TPIA, UNVR, hingga saham EMAS kompak melaju.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 1,17% atau 96,84 poin ke level 8.368,61 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.334,35 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.375,08.
Tercatat, sebanyak 351 saham menguat, lalu 140 saham terkoreksi, dan 198 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp15.128,46 triliun.
Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar 2,97% ke Rp6.925 dan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) tumbuh 2,23% ke Rp2.290 per saham.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga meningkat 1,84% menuju level Rp88.600 per saham dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mencatat penguatan sebesar 1,78% menjadi Rp14.300 per saham.
Adapun saham emiten emas juga mencatat kenaikan. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), misalnya, melejit 6,01% ke Rp8.375, sementara saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menguat 3,27% menjadi Rp2.840.
Baca Juga
- Daftar Saham LQ45 Belum Penuhi Free Float 15%, BREN, SCMA, Hingga UNVR
Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) yang melesat 29,86% ke Rp187 dan saham PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) terapresiasi 11,43 ke Rp156 per saham.
Sementara itu, saham top losers dihuni oleh saham PT Indospring Tbk. (INDS) yang turun 14,75% menjadi Rp2.080 dan saham PT Jasnita Telekomindo Tbk. (JAST) terkoreksi sebesar 8,87% ke Rp113 per saham.
Pekan ini, IHSG diprediksi bergerak menguat dengan peluang menguji level psikologis 8.400. Sejumlah sentimen global dan domestik, termasuk restu dari MSCI terhadap reformasi bursa disebut menjadi katalis utama penggerak indeks.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan menilai bahwa secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 8.250 dan resistance 8.380. Menurutnya, indeks komposit turut berpeluang besar menguji level 8.400 jika mampu stabil di atas posisi 8.350.
“IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pekan ini," ujar Valdy dalam publikasi riset yang dikutip pada Senin (23/2/2026).
Dari mancanegara, penguatan Wall Street pada akhir pekan lalu memberikan sentimen positif. Investor, kata Valdy, menyambut baik keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump dan diharapkan meredakan beban biaya perusahaan dan tekanan inflasi.
Meski demikian, dia menyebut bahwa pasar tetap waspada terhadap perintah eksekutif Donald Trump yang baru terkait tarif global 10% hingga 15%.
Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) usai keputusan di AS. Secara hukum, Indonesia dinilai belum terikat karena perjanjian masih menunggu proses ratifikasi di DPR.
Selain itu, sentimen kuat datang dari persetujuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap seluruh proposal solusi yang diajukan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Namun, Valdy mengingatkan investor masih akan mencermati implikasi kewajiban peningkatan free float menjadi 15% bagi 267 emiten.
Seiring prospek pasar tersebut, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati investor pada pekan ini, di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), dan PT Elnusa Tbk. (ELSA) dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA).
Di samping itu, ada saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), serta PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR).
--
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





