Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Kenali Gejala Sianotik dan Asianotik

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya bisa samar, terutama pada tipe yang tidak menimbulkan warna kebiruan. Padahal, mengenali tanda awal sangat penting agar anak segera mendapat penanganan.

Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Pediatrik Dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA, menjelaskan bahwa secara umum PJB terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sianotik (biru) dan asianotik (tidak biru).

Ciri Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Kenali Tipe Biru dan Tidak Biru

1. PJB Sianotik (Biru)

Pada PJB sianotik, kadar oksigen dalam darah lebih rendah sehingga menimbulkan warna kebiruan pada tubuh. Tanda biru paling mudah dilihat pada selaput lendir mulut bagian dalam, seperti mukosa pipi yang normalnya berwarna merah muda.

Pada bayi, kuku sering belum tampak biru, sehingga pemeriksaan di dalam mulut menjadi petunjuk penting. Pada kondisi lanjut, kuku bisa tampak kebiruan dan benjol membesar.

“Terus dia akan gagal tumbuh kembang, bayi tidak mampu mengisap ASI dengan baik, terlihat capek dan nafas memburu. Kalau anak yang sudah gede sering jongkok,” ucap dr. Asmoko dalam acara skrining PJB gratis nasional bersama PERKI dan GE HealthCare di Jakarta Timur, Kamis (12/2).

Menurut dr. Asmoko, kondisi paling berbahaya adalah serangan spell, yaitu saat warna biru tiba-tiba semakin gelap dan dapat disertai kejang atau penurunan kesadaran. Pertolongan awal saat spell adalah menenangkan anak, menggendong, lalu memposisikannya dalam posisi knee-chest (lutut ditekuk dan ditekan ke dada).

“Berikan oksigen dan segera bawa ke rumah sakit dalam posisi itu. Jadi jangan habis knee-chest dilurusin lagi bawa ke rumah sakit, sama aja nggak menolong. Tapi harus dalam posisi itu terus sampai ke rumah sakit,” tegasnya.

2. PJB Asianotik (Tidak Biru)

Berbeda dengan tipe biru, PJB asianotik sering tidak disadari karena anak tampak normal dan tidak kebiruan. Namun, ada tanda yang bisa dicurigai, seperti:

-Anak sering batuk.

-Mengalami infeksi saluran napas berulang.

-Cepat lelah saat minum susu.

-Serta mudah berhenti atau duduk saat bermain meski aktivitas ringan.

“Terus, berat badannya susah naik. Jangan selalu dikira kurang makan, kurang gizi, tapi justru salah satu penyebab utamanya dia punya penyakit jantung bawah yang belum terdeteksi,” tuturnya.

Pada kondisi berat, PJB asianotik dapat berkembang menjadi gagal jantung, terutama bila kelainan (kebocoran) jantung cukup besar. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:

-Napas tampak berat dengan cuping hidung kembang-kempis.

-Tarikan dinding dada ke dalam.

-Anak semakin rewel saat ditidurkan.

-Anan keringat berlebihan.

Jika gejala ini muncul, anak harus segera dibawa ke rumah sakit tanpa menunggu kondisi memburuk.

Ya, Moms, mengenali perbedaan ciri PJB sianotik dan asianotik membantu orang tua lebih peka terhadap gejala yang sering dianggap sepele. Sehingga deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup anak dengan penyakit jantung bawaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyoal Tugas Brimob dan Tanggung Jawab Kolektif di Kasus Tual
• 3 jam lalukompas.id
thumb
DKI kemarin, tiket kereta Lebaran hingga kiat aman memilih takjil
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Kerek Tarif Impor 15 Persen, Siapkan Dasar Hukum Baru Usai Putusan MA
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gerindra Tolak Usul Nasdem: Parliamentary Threshold 7 Persen Terlalu Tinggi
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Pemotor Lawan Arah Picu Kecelakaan Maut di Bogor Jadi Tersangka
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.