Alarm dari Mikroplastik dalam Ketuban Perempuan di Gresik 

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Di ruang bersalin sebuah rumah sakit di Kabupaten Gresik, Jawa Timur tak ada yang tampak berbeda dari proses kelahiran bayi. Tangis pertama pecah, keluarga bersyukur. Namun jauh sebelum tangis itu terdengar, ada temuan yang mengkhawatirkan, cairan ketuban yang selama ini diyakini steril dan aman bagi janin, ternyata telah tercemar mikroplastik.

Temuan ini datang dari dua jalur riset berbeda yang saling menguatkan. Pertama, penelitian oleh Nabilatun Nasaroh, Dinda Auliyatus Saidah, dan Paksi Samudro dari Universitas Negeri Malang di Environmental Pollution Journal edisi terbaru pada 2026.

Dalam studi potong lintang terhadap 15 sampel cairan amnion atau air ketuban ibu melahirkan di Gresik, seluruh sampel atau 100 persen, terdeteksi mengandung partikel mikroplastik.

Dari total 158 partikel yang ditemukan, rata-rata terdapat sekitar 11 partikel per sampel atau 0,38 partikel per mililiter cairan ketuban. Jenis paling dominan yakni fiber, serat halus yang lazim berasal dari pakaian sintetis, debu rumah tangga, dan degradasi plastik. Sebanyak 98,1 persen partikel berbentuk serat, sisanya berupa film atau lembaran tipis plastik.

“ Kajian ini mengkonfirmasi bahwa mikroplastik mampu menembus barier biologis dan mencapai lingkungan yang seharusnya steril bagi janin,” tulis para peneliti. Artinya, partikel plastik yang kita buang ke sungai, bakar di halaman rumah, atau gunakan sekali lalu buang, kini sampai ke rahim.

Temuan terbaru datang dari riset kolaboratif lembaga kajian lingkungan, Ecoton dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dalam riset ini, Ecoton menyebut telah menguji 42 sampel air ketuban ibu melahirkan di Gresik, dan seluruhnya juga mengandung mikroplastik.

Kajian ini mengkonfirmasi bahwa mikroplastik mampu menembus barier biologis dan mencapai lingkungan yang seharusnya steril bagi janin.

Dalam studi ini, tim peneliti juga menemukan 100 persen sampel darah perempuan di Gresik mengandung mikroplastik, dengan konsentrasi 2–18 partikel per mililiter. Jenis yang dominan adalah polyethylene (PE), bahan baku umum botol minuman, kantong plastik, dan kemasan makanan.

“ Infiltrasi mikroplastik dalam darah paling mengkhawatirkan terhadap ancaman kesehatan masa depan Indonesia,” kata Sofi Azilan Aini, peneliti mikroplastik Ecoton. Sebab, masuknya mikroplastik ke aliran darah berpotensi menetap di organ-organ vital dan menimbulkan kerusakan sel.

Era mikroplastik

Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton, Rafika Aprilianti, menyebut situasi ini sebagai tanda datangnya “era mikroplastik”. “Rahim yang menjadi tempat paling aman bagi umat manusia saat ini telah tercemar mikroplastik,” ujarnya.

Jenis polimer yang mendominasi ketuban adalah polyethylene yang berasal dari botol air minum kemasan, plastik bening wadah makanan panas, tas kresek, dan gelas plastik. “Ditemukannya mikroplastik dalam ketuban ini (dikhawatirkan) akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bayi,” kata Rafika.

Timnya menemukan korelasi antara keberadaan mikroplastik dengan meningkatnya kadar Malondialdehyde (MDA), penanda stres oksidatif dan peradangan. Peradangan kronis selama kehamilan berpotensi mengganggu suplai nutrisi dan oksigen bagi janin.

Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional. Studi oleh Antonio Ragusa di Environment International pada 2021 pertama kali melaporkan keberadaan mikroplastik di plasenta manusia. Penelitian lanjutan di berbagai negara menemukan partikel plastik pada plasenta, darah tali pusat, hingga cairan amnion.

Bahkan pada tahun 2025, riset kolaboratif Greenpeace dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melaporkan deteksi mikroplastik dalam jaringan otak manusia. Hal ini merujuk pada studi di University of New Mexico yang menunjukkan akumulasi mikroplastik dan nanoplastik di otak dengan konsentrasi jauh lebih tinggi dibanding hati dan ginjal.

Artinya, mikroplastik bukan lagi isu lingkungan semata. Ia telah menjadi isu kesehatan reproduksi dan lintas generasi.

Studi oleh tim peneliti dari China menunjukkan partikel mikroplastik tidak hanya terdeteksi dalam plasenta, tapi juga dalam meconium, yaitu feses pertama yang keluar setelah bayi lahir.

Penelitian yang ditulis Shaojie Liu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Fudan di jurnal Environmental Science & Tehcnology tahun 2022 ini menandai bukti pertama pada manusia bahwa bayi terpapar mikroplastik sejak sebelum lahir.

Kehadiran mikroplastik di mekonium menandakan bahwa partikel itu berada dalam saluran cerna bayi sebelum bayi mengonsumsi apa pun setelah lahir.

Padahal, laporan di jurnal Nature pada 2025 mengungkap bahwa di dalam plastik terkandung lebih dari 16.000 jenis bahan kimia, dan lebih dari 4.200 di antaranya berpotensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Laporan berjudul "Mapping the chemical complexity of plastics" ini memberi petunjuk tentang peta kimia plastik global, yang selama ini disembunyikan industri.

Serial Artikel

Penduduk Indonesia Konsumsi Mikroplastik Tertinggi di Dunia

Masyarakat Indonesia diperkirakan mengonsumsi mikroplastik dari makanan sekitar 15 gram per kapita per bulan.

Baca Artikel
Berasal dari lingkungan yang tercemar

Adanya cemaran mikroplastik ketuban ibu-ibu di Gresik ini merupakan puncak gunung es. Riset tim Universitas Cornell di Environmental Science & Technology (2024) menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat teratas dunia pengonsumsi mikroplastik dari makanan dan minuman tercemar, 15 gram mikroplastik per kapita per bulan.

Hal ini tidak bisa dilepaskan dari tingginya sampah yang dibuang ke lingkungan, selain konsumsi langsung melalui bahan makanan dan minuman yang tercemar mikroplastik.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbunan sampah nasional pada 2023 mencapai 31,9 juta ton, dengan 7,8 juta ton berupa plastik. Sebagian dikelola melalui pembakaran terbuka, penimbunan, atau dibuang sembarangan, praktik yang mempercepat fragmentasi plastik jadi partikel mikro yang mudah terhirup dan tertelan.

Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memeringati Hari Peduli Sampah Nasional, mengenang tragedi longsornya TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005 yang menewaskan 157 jiwa.

Dua dekade berlalu, krisis sampah belum selesai. Kini dampaknya tak hanya berupa gunungan sampah yang longsor, tetapi partikel tak kasat mata yang bersirkulasi dalam darah dan ketuban.

Bagaimana partikel ini masuk ke tubuh? Jalurnya beragam: konsumsi makanan laut dan air minum kemasan, inhalasi debu rumah tangga dan serat tekstil, hingga kontak kulit dari produk kosmetik dan pakaian sintetis. Karena ukurannya amat kecil, di bawah 5 milimeter hingga skala nanometer, mikroplastik bisa melewati sawar biologis, termasuk plasenta.

Sains belum sepenuhnya memahami dampak jangka panjangnya. Namun sinyal bahaya telah muncul yaitu adanya stres oksidatif, inflamasi, gangguan fungsi plasenta, hingga kemungkinan pengaruh pada perkembangan neurologis dan metabolik anak di masa depan.

“Riset mikroplastik Ecoton sejak 2017 hingga kini telah mendeteksi adanya mikroplastik dalam feses, air susu ibu, air seni, ketuban dan dalam darah perempuan. Ini seperti kutukan akibat kita menyia-nyiakan sampah plastik,” ungkap Sofi Azilan Aini, peneliti mikroplastik Ecoton.

Ia menegaskan, plastik yang dibuang tanpa pengelolaan layak pada akhirnya kembali ke tubuh manusia. Cemaran mikroplastik di tubuh merupakan cermin dari krisis lingkungan yang kita ciptakan sendiri.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah mikroplastik telah masuk ke tubuh manusia. Bukti menunjukkan ia sudah ada di sana, dalam darah, dalam ketuban, bahkan dalam otak.

Pertanyaannya adalah, seberapa cepat kita mau berubah sebelum generasi berikutnya semakin banyak mewarisi bukan hanya Bumi yang tercemar, tetapi tubuh yang sejak awal telah terpapar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Medan Hari Ini 23 Februari 2026
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Ganjil Genap Jakarta 23-27 Februari 2026, Ini 25 Ruas Jalan Terdampak
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Visual Udara Pasca Bos Kartel Narkoba El Mencho Tewas, Meksiko Dikepung Kepulan Asap
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Bangga! Pembalap RI Pertama Sabet Podium WorldSSP, Aksi Berani Aldi Mahenda Tuai Pujian Dunia
• 32 menit lalubisnis.com
thumb
MBG Mulai Didistribusikan Lagi Saat Ramadan: Bentuknya Paket Makanan Kemasan
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.