Usai Bilang "Cukup Aku yang WNI, Anak-anakku Jangan", Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Klaim Dirinya Mencintai Indonesia

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Usai ucapannya “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan” yang viral di media sosial, alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas mengklaim bahwa dirinya mencintai Indonesia. 

Adapun hal ini bermula dari unggahan video Dwi Sasetyaningtyas di akun Instagram pribadinya @sasetyaningtyas.

Dalam unggahan itu, Dwi Sasetyaningtyas membuka atau unboxing paket yang sangat dinantikannya.

Dia pun mengatakan paket itu berisi selembar surat dari Home Office Inggris.

Dengan adanya surat itu, anak kedua Dwi Sasetyaningtyas resmi menjadi warga negara Inggris, bukan WNI. 

Selain unboxing surat itu, dia juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," katanya. 

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi warga negara Inggris. I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," sambungnya.

Unggahan ini pun menjadi sorotan netizen lantaran pemilik akun tersebut merupakan alumni LPDP. 

Bahkan, suaminya juga diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP. 

Adapun kalimat yang menjadi sorotan netizen, yakni kalimat “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan”. 

Usai menjadi sorotan, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun Instagram-nya. 

“Pernyataan dan Permohonan Maaf.

Sehubungan  memuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, Lelah dan frustasi pribadi saya sebagai WNI terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan. 

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama. 

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penerimaan Pajak Januari 2026 Ditopang PPN dan Penurunan Restitusi
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Manuver Cerdas Khas Inter Milan: Siap Bajak Leon Goretzka Secara Cuma-Cuma Musim Panas Nanti
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Penumpang Ojek Tewas Imbas Jalan Rusak, Polda Banten: Belum Ada Penetapan Tersangka
• 3 jam laludetik.com
thumb
Cak Imin Minta Direksi Baru BPJS Kesehatan Jaga Masalah PBI Tak Terulang
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Kondisi Finansial Zodiak 23 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.