53 Produk Pertanian RI Bebas Tarif ke Pasar AS, Dari Kopi hingga Rempah

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pertanian mengatakan sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini memperoleh fasilitas pembebasan tarif atau bea masuk nol persen ke pasar Amerika Serikat (AS), yang mencakup total 173 pos tarif (HS Code) untuk sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembebasan tarif ini dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, khususnya dari sisi harga.

Menurutnya, pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar ekspor, serta menjaga kesinambungan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar.

“Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga, supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Amran dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/2).

Komoditas pertanian yang memperoleh pembebasan tarif mencakup berbagai produk unggulan Indonesia. Di antaranya buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya. Selain itu, kopi, teh hijau, dan teh hitam juga termasuk dalam daftar produk dengan tarif nol persen.

Berbagai komoditas rempah seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit turut memperoleh fasilitas yang sama. Produk kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta produk turunan kelapa sawit juga masuk dalam daftar tersebut.

Beberapa Produk Olahan Juga Dikenai Tarif Nol Persen 

Selain komoditas primer, sejumlah produk olahan pertanian seperti olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, serta pupuk mineral berbasis kalium juga memperoleh pembebasan tarif.

Selain pembebasan tarif, kedua negara juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dalam Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, guna mendukung implementasi kesepakatan tersebut.

Amran mengharapkan tarif nol persen ini membuka akses ke pasar AS yang dinilai sangat besar sehingga bisa meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di kancah global secara signifikan. “Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” kata dia. 




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Cermati Geopolitik, Harga Minyak Berpeluang Lanjutkan Reli
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Antara Ibadah dan Target KPI Dilema Pekerja Kantoran di Bulan Ramadan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
3 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bantu Cegah Penuaan Dini
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menakar Untung-Rugi Indonesia Tak Boleh Batasi Asuransi AS Simpan Data di Luar Negeri
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Menyoal Tugas Brimob dan Tanggung Jawab Kolektif di Kasus Tual
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.