Menteri Agama Lapor Gratifikasi ke KPK soal Naik Jet Pribadi

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, melaporkan penerimaan dugaan gratifikasi ke KPK. Penerimaan itu terkait fasilitas jet pribadi yang digunakannya untuk pergi ke Takalar, Sulawesi Selatan.

"Kali ini saya datang lagi, ya untuk menyampaikan tentang terkait dengan kemarin, kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan ya, di Makassar untuk dengan menggunakan pesawat khusus itu ya," kata Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (23/2).

Nasaruddin mengatakan, pelaporan dugaan gratifikasi itu berjalan dengan lancar. Dia berharap, pelaporan ini bisa menjadi contoh bagi bawahannya.

"Mari kita menjadi penyelenggara negara yang baik ya. Laporkan apa pun yang mungkin syubhat buat kita, laporkan apa adanya. Jadi kita jangan khawatir ya, kalau memang itu ada konsekuensinya ya kita harus siap bertanggung jawab," ucap Nasaruddin.

"Mudah-mudahan hal ini adalah contoh yang baik untuk siapa pun juga yang sebagai penyelenggara negara," tambah dia.

Sementara itu, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyambut baik upaya Nasaruddin dalam melaporkan dugaan gratifikasi itu.

"Satu bentuk mitigasi awal kita lakukan pencegahan-pencegahan khususnya terkait dengan konflik kepentingan yang barangkali ke depan akan muncul," jelas Budi.

Nasaruddin ramai diperbincangkan di sosial media karena diduga menerima fasilitas jet pribadi. Kementerian Agama kemudian memberi klarifikasi soal kabar tersebut.

Dalam keterangan resminya, kedatangan Nasaruddin Umar merupakan undangan dari Oesman Sapta Odang (OSO).

"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat," jelas Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, di Jakarta, dikutip dari situs resmi Kemenag, Selasa (17/2).

"Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara," sambungnya.

Gedung Balai Sarkiah berlokasi di Kelurahan Sabintang ini diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Gedung ini menjadi pusat pemberdayaan umat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolres Toraja Utara soal AKP Arifan Diduga Bekingi Bandar: Diperiksa Propam
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Maluku Minta Maaf soal Brimob Aniaya Pelajar: Sanksi PTDH Dipercepat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Inara Rusli Ngotot Bukan Pelakor, Ungkap Pernikahan Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi Sudah Hancur
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Mau Diam, Piche Kota Jebolan Indonesian Idol Ogah Dituduh Bersalah usai Jadi Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kontroversi Perjanjian Dagang RI-AS: DPR Harus Bersuara!
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.