FAJAR, JAKARTA – Sosok Dwi Sasetyaningtyas kini menjadi buah bibir. Gara-gara memamerkan paspor Inggris milik anaknya di media sosial. Alumnus ITB dan Belanda ini langsung dicap “kacang lupa kulit” oleh warganet.
Unggahannya tersebut memicu polemik. Pasalnya, statusnya sebagai mantan penerima beasiswa dari negara: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Wanita yang akrab disapa Tyas itu menulis kalimat yang dinilai kurang bijak bagi seorang intelektual.
“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan,” tulis Tyas di Instagram.
Ia menyatakan ambisinya agar sang anak memiliki paspor luar negeri.
Pernyataan tersebut membuat publik geram meski Tyas menyebutnya sebagai kritik. Masyarakat menganggap sikap tersebut tidak etis bagi seorang alumni LPDP.
Di balik kegaduhan ini, Tyas memiliki latar belakang akademik yang cemerlang. Ia merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tyas menempuh studi S-1 di ITB pada periode 2009 hingga 2013. Ia lulus dengan IPK 3,34 dan sempat menjadi asisten laboratorium.
Pendidikan menterengnya berlanjut ke jenjang S-2 melalui beasiswa penuh pemerintah. Ia diterima di Delft University of Technology di negara Belanda.
Di Belanda, ia mengambil program studi Sustainable Energy Technology hingga 2017. Fokus penelitiannya membahas sistem panel surya untuk wilayah pedesaan terpencil.
Tyas bahkan meneliti model bisnis listrik untuk Pulau Sumba di NTT. Sebelum itu, ia berkarier sebagai manajer di perusahaan P&G.
Setelah menyelesaikan studi, Tyas sempat pulang dan menjalankan masa pengabdiannya. Ia mendirikan Sustaination yang berfokus pada bisnis produk ramah lingkungan.
Tyas juga membangun berbagai komunitas seperti @ceritakompos dan juga @bisnisbaikclub. Peran sosialnya di Indonesia sebenarnya tercatat cukup aktif selama ini.
Ia menginisiasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai lokasi tanah air. Tyas juga membantu pembangunan sekolah di NTT dan penanggulangan bencana.
Kini, ia menetap di Inggris untuk mendampingi sang suami bekerja. Suaminya bernama Arya Pamungkas Iwantoro yang bekerja di University of Plymouth.
Suami Kena Getahnya
Ironisnya, sang suami Arya Pamungkas Iwantoro kini juga kena getahnya. Ikut terseret dalam polemik beasiswa negara. Arya diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusi atau return rate di Indonesia.
Pihak LPDP secara tegas menyatakan akan segera memanggil Arya untuk klarifikasi. Langkah hukum ini disampaikan langsung melalui akun resmi media sosial mereka.
Jika terbukti melanggar aturan, sanksi berat berupa ganti rugi kini menanti. Arya terancam harus mengembalikan dana beasiswa negara berjumlah miliaran rupiah.
Kasus ini pun ikut menarik perhatian terhadap latar belakang keluarga besarnya. Nama mertua Tyas yang merupakan eks pejabat kementerian ikut tersorot.
Warganet mulai mempertanyakan fasilitas riset serta gaya hidup mewah sang aktivis. Polemik ini menjadi peringatan keras bagi para penerima manfaat bantuan negara.
Integritas dan komitmen pengabdian menjadi sorotan utama dalam kasus viral ini. Publik terus menantikan perkembangan proses klarifikasi dari pihak berwenang. (*)





