MBG Tak Dibagikan Saat Lebaran, Diganti Paket Bundling 3 Hari

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dibagikan selama Ramadan. Tapi, saat libur Lebaran, distribusi MBG dihentikan sementara.

Namun, sebelum libur Lebaran dimulai, BGN menyiapkan paket bundling makanan kemasan yang cukup untuk 3 hari.

Pola itu dalam Surat Edaran No. 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan libur Tahun Baru Imlek.

Distribusi MBG selama Ramadan mulai dilakukan pada 23 Februari-17 Maret 2026. Setelah itu, cuti bersama dan libur Idul Fitri atau Lebaran mulai berlaku. Saat inilah, distribusi dihentikan sementara.

"Pada hari libur Idul Fitri dan cuti bersama tanggal 18 Maret 2026 sampai dengan 24 Maret 2026, tidak dilakukan pendistribusian MBG untuk seluruh sasaran penerima manfaat (Peserta Didik maupun Non Peserta Didik)," tulis SE yang diteken Kepala BGN Dadan Hindayana, dikutip Senin (23/2).

Sebagai gantinya, pada hari terakhir pendistribusian MBG saat Ramadan, paket makanan kemasan akan ditambah. Paket ini diproyeksikan cukup untuk 3 hari.

"Namun pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026 berupa satu paket kemasan makanan sehat ditambah dengan tiga paket Bundling kemasan sehat untuk MBG alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026."

"Paket Bundling adalah penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus, dengan ketentuan paling banyak untuk 3 (tiga) hari."

BGN juga sudah mengatur paket makanan kemasan MBG yang dibagikan selama Ramadan. Salah satu yang harus ditaati dapur MBG atau SPPG, yakni paket makanan tak boleh berisi makanan ultra‑processed food (UPF).

"Paket Makanan Kemasan Sehat MBG adalah makanan siap makan program MBG yang diproduksi/diolah dan dilakukan pengemasan di SPPG (wajib menggunakan tote bag dan dikemas oleh SPPG) dengan tetap menerapkan SOP keamanan pangan (pengecekan Masa Kedaluwarsa dan perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga/PIRT) dan kaidah pemenuhan gizi seimbang; bukan “makanan kemasan” dalam arti produk pabrikan ultra‑processed food (UPF) yang dijadikan menu utama SPPG."

Sebagai gantinya, dapur MBG bisa menggunakan menu lain, misalnya telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat.

"Dalam penetapan menu MBG selama Bulan Ramadan, tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan."

Berikut SE lengkap distribusi MBG selama Ramadan:


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat 20 Poin ke Level Rp16.686 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Senin
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Penumpang Tewas Usai Jatuh di Jalan Lubang, Tukang Ojek di Banten Jadi Tersangka
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar Cermati Geopolitik, Harga Minyak Berpeluang Lanjutkan Reli
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Seskab: Isu Produk AS Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal Tidak Benar
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapal Pukat Malaysia Tenggelam usai Terkena Tembakan Peringatan Thailand
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.