Tangerang — Sebanyak 30 warga Posyandu Anyelir VI, Pakulonan Barat, Kabupaten Tangerang, mengikuti program pemberdayaan bertajuk “T-Rex: Tubuh Segar, Rawat Kebersihan, Extra Kuat” yang digagas oleh Asian Medical Students’ Association Universitas Pelita Harapan (AMSA-UPH) bersama Menabung Air Foundation (MAF). Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran lintas sektor yang mengintegrasikan edukasi kesehatan masyarakat dengan praktik konservasi air berbasis komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 18 Februari 2026 ini bertujuan membangun resiliensi lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam AMSA-UPH berperan sebagai fasilitator edukasi, sementara MAF hadir sebagai mitra strategis dalam penguatan pemahaman teknis terkait pengelolaan air dan lingkungan.
Edukasi Kesehatan dan Sanitasi Berkelanjutan
Dalam sesi pertama, tim AMSA-UPH memberikan penyuluhan interaktif mengenai pentingnya sanitasi berkelanjutan dan manajemen sampah rumah tangga. Materi disampaikan dengan pendekatan partisipatif agar warga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam upaya preventif dan promotif pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Menabung Air: Investasi Masa Depan dari Lingkungan Terkecil
Menabung Air Foundation (MAF) mengisi sesi selanjutnya dengan transfer pengetahuan tentang konservasi air. Tidak sekadar memberi ceramah, MAF bertindak sebagai edukator dan fasilitator yang mendorong perubahan perilaku warga secara bertahap. Konsep “menabung air” diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang terhadap ancaman krisis air bersih yang kian nyata.
Warga diajak memahami bahwa menjaga ketersediaan air tidak harus dimulai dari teknologi mahal, tetapi dari kebiasaan sederhana yang ramah lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan visi MAF untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dalam mengelola sumber daya air.
Praktik Langsung: Biopori dan Ketahanan Pangan
Bagian paling aplikatif dari program ini adalah pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di lima titik area publik sekitar posyandu. Infrastruktur sederhana ini berfungsi ganda: meningkatkan daya serap tanah untuk mencegah genangan, sekaligus menjadi sarana pengomposan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan aktif warga dalam proses instalasi menjadi metode pembelajaran berbasis pengalaman yang efektif.
Tidak berhenti di situ, program ini juga merangkul Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehat Gemilang dalam kegiatan penanaman benih. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan lahan produktif dan memperkuat ketahanan pangan keluarga dari lingkup paling mikro.
Testimoni Warga: Manfaat Nyata untuk Masa Depan
Ketua KWT Sehat Gemilang, Ibu Ratna, mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, program T-Rex membuka wawasan warga bahwa persoalan air bersih dan sampah rumah tangga tidak bisa diabaikan. “Kami tidak hanya diberi tahu, tetapi juga diajari dan dilibatkan langsung. Ini pengalaman belajar yang berbeda dan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Pendekatan Holistik untuk Perubahan Berkelanjutan
Kolaborasi antara organisasi mahasiswa kedokteran dan lembaga konservasi ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu antara kesehatan dan lingkungan. AMSA-UPH tidak hanya membawa perspektif medis, tetapi juga kepekaan terhadap determinan lingkungan yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Sementara MAF memastikan bahwa intervensi yang dilakukan bersifat kontekstual dan dapat direplikasi secara mandiri oleh komunitas.
Program T-Rex diharapkan menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya berdampak di wilayah Pakulonan Barat, tetapi juga dapat diadaptasi di daerah lain dengan tantangan serupa. Di sinilah esensi pendidikan sejati: membekali masyarakat bukan dengan bantuan sesaat, tetapi dengan pengetahuan yang terus tumbuh dan mengakar.




