Kementan: Harga daging, telur di Pasar Kemiri Muka-Depok Jaya stabil

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian menyatakan harga daging dan telur ayam ras di Pasar Kemiri Muka dan Pasar Depok Jaya, Depok, Jawa Barat, dalam keadaan stabil untuk memasok kebutuhan masyarakat selama puasa Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

"Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan stok pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, Kementerian Pertanian melakukan inspeksi mendadak di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka," kata Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Tri Melasari dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga komoditas peternakan terpantau relatif stabil.

Di Pasar Depok Jaya, telur ayam ras dijual sekitar Rp32.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 per kilogram.

"Kondisi ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar dan pasokan tersedia," ujarnya.

Baca juga: Kementan dorong Pati transparan distribusi DOC demi ketahanan pangan

Baca juga: Kamentan: Harga daging dan telur di Pasar Cibitung-Tambun stabil

Sementara itu, di Pasar Kemiri Muka, telur ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp31.000 per kilogram dan daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 - Rp40.000 per kilogram.

Untuk daging sapi, harga terpantau sekitar Rp140.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih stabil, sejalan dengan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.

"Harga komoditas peternakan di Depok masih relatif normal. Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000–Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ucapnya.

Adapun beberapa komoditas lain seperti minyak goreng rakyat merek Minyakita, bawang merah dan cabai merah terpantau mengalami peningkatan harga, yang terus dipantau oleh pemerintah bersama instansi terkait.

Ia menuturkan pemerintah juga mencatat pasokan ayam di tingkat pedagang cukup melimpah. Namun demikian, percepatan distribusi tetap diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Ia menegaskan meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadhan untuk memantau pergerakan harga.

Langkah ini, lanjut Tri, dilakukan agar harga pangan strategis di tingkat konsumen tetap terkendali hingga Idul Fitri, sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Tri menuturkan dalam arahan Mentan Amran, pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Melalui sidak rutin, Kementan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung keberlanjutan usaha petani dan peternak.

Baca juga: Mentan: Pemuda KAMMI kunci regenerasi petani jaga swasembada

Baca juga: Kementan pastikan daging ayam di Sulbar terkendali pada awal puasa


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Maluku Pastikan Percepat PTDH Brimob yang Aniaya Anak hingga Tewas
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dibantai Arsenal di Debutnya di Spurs, Tudor: Hasil Yang Buruk
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Hyundai Ioniq 5 N, Cuma Rp1,3 Miliar Punya Supercar Listrik!
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Sambut Ramadhan, Garuda Indonesia Group Gandeng Masjid Istiqlal
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Purbaya Paparkan APBN Defisit Rp54,5 Triliun pada Januari 2026
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.