JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengecam dugaan penganiayaan anak hingga tewas yang dilakukan ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat.
Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan mengatakan keluarga seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak.
"Keluarga tentu harus menjadi tempat yang diharapkan anak-anak untuk merasa aman dan nyaman sehingga bisa tumbuh secara optimal," kata Indra di Jakarta, Senin (23/2/2026), via Antara.
Ia juga menekankan perlunya penguatan peran kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat untuk mencegah serta menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak.
Baca Juga: Kasus Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri Naik ke Penyidikan, 16 Saksi Diperiksa | SAPA PAGI
"Peran kelompok-kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat perlu kita perkuat kembali untuk terus melakukan edukasi di masyarakat melalui berbagai saluran yang ada di masyarakat, seperti PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), kegiatan dan kelompok-kelompok keagamaan, RT/RW," jelasnya.
Ia mengatakan kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat juga bisa merespons dengan merujuk ke fasilitas layanan terdekat jika ditemukan adanya anak yang menjadi korban kekerasan.
Indra mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah kekerasan pada perempuan dan anak dengan melapor jika ditemukan dugaan kekerasan.
"Laporan dapat disampaikan melalui SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129 atau situs https://laporsapa129.kemenpppa.go.id," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, anak laki-laki berinisial NS (12) di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia diduga akibat dianiaya ibu tiri. Nyawanya tidak tertolong meski sudah dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Kriminolog soal Kasus Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri: Ada Ketimpangan Kuasa
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Antara
- kekerasan pada anak
- anak diduga dianiaya ibu tiri
- anak di sukabumi diduga dianiaya ibu tiri
- kemenpppa
- ibu tiri aniaya anak
- anak dianiaya ibu tiri





