Komunitas Punk Hingga Anak Jalanan Jadi Santri di Pesantren Jalan Cahaya

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menghadirkan pendidikan agama inklusif untuk anak jalanan, komunitas punk, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan melalui Program Pesantren Jalan Cahaya di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Pelaksanaan perdana Pesantren Jalan Cahaya tersebut digelar di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (21/2).

Baca Juga
  • Purbaya Pastikan Suami Dwi Sasetyaningtyas yang Viral Di-blacklist oleh Pemerintah
  • Yayasan AMAL Salurkan 1.000 Paket Hidangan Ifthar untuk Warga Camp Shabirin
  • Ramadhan, Bulan Kehangatan Keluarga

"Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menguatkan keimanan. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, kami ingin memastikan zakat menjadi cahaya perubahan bagi saudara-saudara kita yang selama ini terpinggirkan," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Senin (23/6/2026).

Saidah menegaskan, program ini menjadi bagian dari komitmen Baznas menghadirkan zakat yang berdampak secara spiritual dan sosial, sejalan dengan jargon Ramadhan Baznas, yakni Zakat Menguatkan Indonesia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. - (Dok. BAZNAS)

Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI Farid Septian menjelaskan program ini memang dirancang untuk menjangkau komunitas yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan formal.

Ia menargetkan, dua ribu peserta dari berbagai kalangan marjinal tersebut dapat tercerahkan melalui program ini. Farid menyebutkan pembinaan selama Ramadhan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan.

"Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya agar semakin dekat kepada Allah SWT," katanya.

Salah satu peserta, Puji mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan."Alhamdulillah, senang dengan adanya program Baznas ini. Selain beribadah di bulan Ramadhan, kami bisa mempererat silaturahim dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadhan saja,"kata Puji.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
• 4 jam lalusuara.com
thumb
MotoGP Dimulai Akhir Pekan Ini, Race Pembuka Berlangsung di Thailand
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom INDEF sebut Impor 105 Ribu Pikap dari India Merusak Tatanan Industri Otomotif Nasional
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina Foundation Perkuat Dampak Berkelanjutan lewat Inovasi dan Kolaborasi
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bukannya Bikin Kuat Puasa, Makan Sahur Porsi Jumbo Justru Bikin Lambung Menjerit, Begini Penjelasan Dokter
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.