Pemerintah memastikan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Meski demikian, batas defisit dipastikan tak akan diperlebar.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menjelaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen pada 2026, batas defisit tak akan diganggu.
“Kita bisa pertumbuhan tinggi dengan defisit tetap paling rendah. Bahkan strategi kita dalam jangka pendek kita akan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen itu tanpa memperlebar defisit,” kata Febrio dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kemenkeu, Senin (23/2).
Adapun untuk 2026, Menteri Keuangan Purbaya sudah menyebut bakal mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen. Cara utamanya adalah dengan menyalakan ‘mesin’ pertumbuhan ekonomi.
“Fiskal, akselerasi belanja tanpa menambah defisit. Sektor keuangan juga kita pastikan likuiditas terjaga berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan mereka bisa terus menyalurkan kredit dengan demand dari pelaku usaha yang semakin meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Febrio menjelaskan untuk mencapai tujuan itu juga diperlukan iklim usaha yang baik. Ia memberi contoh bahwa hal ini sudah diimplementasi lewat keberadaan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) melalui sidang debottlenecking. Selama ini, Menteri Keuangan Purbaya juga selalu memimpin langsung berjalannya sidang tersebut.
“Tadi sudah ditunjukkan ada sekitar 86 kasus yang sudah masuk dan lebih dari setengahnya sudah selesai disidangkan dan langsung di follow up dengan peraturan perundang-undangan yang diperlukan sehingga pelaku usaha bisa langsung melakukan investasi membuka lapangan pekerjaan dan juga melanjutkan operasional dari perusahaannya,” kata Febrio.





