Dirut Agrinas Buka Suara Soal Alasan Impor Pikap 4x4

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara memilih mobil pikap 4x4 asal India untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai sorotan publik. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah urgensi penggunaan sistem penggerak empat roda untuk operasional di wilayah pedesaan.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa armada tersebut akan beroperasi di desa-desa dengan karakter infrastruktur yang sangat beragam. Menurutnya, kondisi jalan di luar perkotaan, khususnya di wilayah terpencil, masih banyak yang belum memadai.

“Nah, mobil-mobil kita jangan lihat di Jawa juga, jangan hanya lihat yang di kota. Yang di desa-desa itu juga jalannya masih banyak yang sangat jelek,” ujar Joao kepada kumparan, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, kendaraan tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas distribusi ringan. Fungsi utamanya juga mencakup pengangkutan pupuk dan hasil produksi pertanian ke kebun atau wilayah dengan akses jalan terbatas.

“Apalagi untuk ngantar pupuk, ngantar ini ke kebun-kebun itu kan tidak gampang,” katanya.

Joao menyebut, aspek efisiensi dan ketahanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan spesifikasi kendaraan. Agrinas, kata dia, memilih satu tipe yang dinilai paling tangguh agar dapat digunakan di seluruh wilayah tanpa harus disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah.

“Dan itu kita beli, saya hanya melihatnya itu efisien saja. Belinya secara bulk, sudah beli satu merek, beli ini. Toh nanti semua orang pakai mobil-mobil yang paling kuat,” ujarnya.

Ia juga menilai, penggunaan kendaraan 4x4 tidak berarti seluruh unit akan selalu dioperasikan di medan ekstrem. Namun, menurutnya, lebih rasional menyediakan kendaraan dengan kemampuan maksimal daripada mengambil risiko armada tidak mampu menjangkau wilayah tertentu.

“Masalah dia kalau tidak pakainya ke lumpur, ya tidak berarti bahwa terus kita harus beli mobil yang tidak kuat,” kata Joao.

Di sisi lain, muncul pandangan bahwa merek-merek yang telah lama diproduksi di dalam negeri seperti Toyota, Suzuki, atau Mitsubishi dengan L300 sebenarnya sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan distribusi desa. Menanggapi hal tersebut, Joao menilai perdebatan semacam ini wajar dalam dinamika pasar otomotif.

“Ini kan yang mau jualan. Ini kan kita mau ngasih mobil ini ke seluruh pelosokan. Mungkin yang ngomong itu yang daerahnya bukan pelosok,” ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan memilih pikap 4x4 merupakan bagian dari strategi Agrinas dalam memastikan armada logistik desa mampu beroperasi lintas wilayah tanpa terkendala kondisi medan. Di tengah polemik impor dan isu produksi lokal, perdebatan kini bergeser pada aspek spesifikasi teknis serta efektivitas kendaraan dalam mendukung distribusi logistik pedesaan secara nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Manusia Gerobak di Pinggir Jalan Jaksel Tunggu Rezeki "Pak Haji"
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Tanggapi Usulan NasDem, Ahmad Muzani Nilai Ambang Batas Parlemen 7 Persen Ketinggian
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Gerakan ASRI: Aksi Bersih Makassar Rutin Digelar Selasa dan Jumat
• 14 menit lalucelebesmedia.id
thumb
MBG Mulai Didistribusikan Lagi Saat Ramadan: Bentuknya Paket Makanan Kemasan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
F-PDIP: Butuh Kajian Mendalam Terkait Rencana Penutupan Minimarket Demi Koperasi Desa
• 25 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.