Sebulan Air di Jembatan Besi Mati, PAM Jaya Ungkap Penyebabnya

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Warga RW 03 Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, harus bertahan di tengah krisis air bersih selama hampir satu bulan.

Pasalnya, layanan air PAM yang digunakan warga tak kunjung normal dan berulang kali bermasalah sejak 28 Januari hingga akhirnya kini mati total.

Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, membenarkan adanya gangguan suplai air yang dipicu kebocoran pipa akibat pekerjaan pembangunan flyover Latumeten.

Baca juga: Air PAM Bermasalah akibat Proyek Galian, Warga Jembatan Besi Rogoh Rp 50.000 per Hari

"Iya betul itu ada lebocoran pipa 500 dampak dari pekerjaan proyek flyover Latumeten," kata Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Namun, Gatra menyebut kebocoran pipa akibat proyek tersebut sebenarnya sudah selesai diperbaiki sejak dua pekan lalu.

Kendati perbaikan utama telah rampung, Gatra mengakui pasokan air ke wilayah RW 03 Jembatan Besi belum kembali normal.

Hal ini disebabkan adanya masalah baru berupa sumbatan pada jaringan pipa yang mengarah ke lokasi permukiman warga RW 03.

"Ada anomali nih di RW 3 ini. Ada clogging, katanya sih ada sumbatan di pipa yang ini lagi dicari sama tim kami. Yang ngarah ke RW 3 ini, sehingga suplainya belum normal," jelas dia.

Gatra menyebut timnya di lapangan saat ini masih berupaya mencari titik sumbatan dan menargetkan perbaikan selesai paling lambat dalam sepekan.

"Tim belum bisa ngestimasin waktunya saat ini. Cuma biasanya sih paling lambat kayak begini semingguan," ucap dia.

Baca juga: Air PAM Tangerang Berwarna Coklat Imbas Sungai Cisadane Tercemar Pestisida

Sebagai solusi jangka pendek, Gatra mengungkapkan warga berhak mendapat pasokan air dari mobil tangki secara gratis dengan menghubungi layanan pelanggan PAM di nomor 1500223.

Merespons keluhan warga soal tangki yang baru datang satu kali pada Minggu (22/2/2026) sore dan jumlahnya tak cukup, ia berjanji akan segera meningkatkan pelayanan tangki air bersih gratis.

"Kalau kayak gitu (air hanya datang dan cukup untuk satu hari), nanti saya coba eskalasi lagi di sini. Harusnya sih bisa (dikirim berkala). Itu gratis kok, enggak berbayar," tutup Gatra.

Warga protes respons call center Eca (28), warga RT 09, mengaku sempat melaporkan masalah air mati hampir setiap hari melalui berbagai kanal resmi, mulai dari telepon, WhatsApp, SMS, hingga aplikasi Lapor PAM.

Petugas lapangan memang sempat datang dua kali ke lokasi, tetapi hanya sebatas mengecek dan berjanji akan melaporkannya ke tim jaringan tanpa tindak lanjut yang jelas.

"Cuma melakukan pengecekan, terus kemudian bilangnya dilaporkan ke pihak jaringan," kata Eca.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Ada Galian PAM di Fatmawati TB Simatupang, Rekayasa Lalin Diberlakukan hingga April


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap 7 Remaja gegara Tawuran di Serang, Sita Parang hingga Celurit
• 14 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Paparkan APBN Defisit Rp54,5 Triliun pada Januari 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Leapmotor Bakal Masuk Indonesia di Bawah Indomobil Group
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Nostalgia Liga Indonesia: Rahmat Rivai, Striker Haus Gol yang Pernah Berseragam Persiter dan Persipura, Kini Bina Talenta Malut
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Tabrakan 'Adu Banteng' 2 Bus TransJakarta di Koridor 13
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.