Leapmotor Bakal Masuk Indonesia di Bawah Indomobil Group

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta – Merek kendaraan listrik berbasis teknologi asal Tiongkok, Leapmotor bakal segera hadir di Indonesia melalui PT Indomobil National Distributor. Kehadiran merek ini diklaim memperkaya portofolio Stellantis Brand House di Indonesia. 
 
Melalui pendekatan yang berakar pada kekuatan engineering dan penguasaan teknologi inti, mereka menempatkan fondasi teknis sebagai DNA utama pengembangannya. Didirikan pada 24 Desember 2015 di Zhejiang, Tiongkok, merek ini sejak awal membangun kapabilitas riset dan pengembangan internal. 
 
Termasuk arsitektur elektronik kendaraan serta sistem kendaraan modern. Strategi ini menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan pasar NEV Tiongkok. Di mana mereka memilih bertumbuh secara terukur melalui penguatan engineering, fondasi manufaktur yang solid, dan pengembangan teknologi inti yang mendorong efisiensi, kualitas, serta percepatan inovasi. Awal Perjalanan Pada fase awal pertumbuhannya, Leapmotor membangun fasilitas manufaktur di Hangzhou sebagai bagian dari penguatan kesiapan industrial. Sejak awal, perusahaan memprioritaskan sistem produksi yang solid, penguatan kapabilitas engineering, serta integrasi teknologi kendaraan secara menyeluruh.  Baca Juga:
Cari Mobil Murah untuk Mudik, Cek Harga Daihatsu Xenia Bekas
R&D ditempatkan sebagai pusat strategi bisnis, dengan fokus membangun kemampuan internal untuk mengendalikan teknologi inti, meningkatkan efisiensi biaya, dan menjaga konsistensi kualitas dalam skala produksi.

Model pertamanya adalah S01, pada 2018 sebagai simbol kemampuan engineering dan integrasi teknologi yang dikembangkan secara internal. Model tersebut menjadi penanda arah perusahaan dalam membangun identitas sebagai produsen NEV yang menekankan arsitektur elektronik, sistem kontrol kendaraan, serta pengalaman berkendara berbasis teknologi.
 
Memasuki fase produksi komersial secara konsisten sejak 2019, Leapmotor semakin memperkuat fondasi industrialnya. Tahap ini menjadi landasan penting bagi pertumbuhan perusahaan sebagai pemain otomotif berbasis teknologi dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi jangka panjang. Jadi Kontender Utama di NEV Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menunjukkan transformasi yang signifikan dari pemain domestik menjadi salah satu kontender NEV dengan skala produksi yang semakin besar. 
 
Perusahaan memperluas portofolio produk, memperkuat kapasitas industrial, serta membangun positioning sebagai merek yang menawarkan kombinasi antara teknologi maju, efisiensi biaya, dan nilai kompetitif bagi konsumen.  Baca Juga:
Simak, Skema Kredit Mobil Listrik Suzuki e Vitara
Pertumbuhannya secara konsisten menjadi perhatian media dan analis karena didukung oleh fondasi engineering yang solid, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Perusahaan ini menempatkan teknologi sebagai inti pengembangannya melalui pendekatan vertical integration.
 
Ini memungkinkan kontrol kualitas lebih konsisten sekaligus mempercepat inovasi. Strategi ini diwujudkan dengan pengembangan internal sejumlah sistem utama kendaraan. Di antaranya motor listrik dan sistem penggerak, lalu kontrol kendaraan dan electronic architecture.
 
Kemudian juga perangkat lunak serta integrasi fitur pintar. Di sisi sensor, kamera, dan sistem pendukung teknologi cerdas juga tidak kalah penting mereka kontrol. Lalu yang terakhir adalah integrasi baterai dan manajemen energi yang semakin maju.
 
Di era kendaraan listrik modern, diferensiasi tidak lagi hanya berada pada desain atau spesifikasi, melainkan pada “otak” kendaraan, Leapmotor memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang membangun kendaraan listrik sebagai platform teknologi dengan pengembangan yang berorientasi pada masa depan industri otomotif global. Stellantis sebagai Akselerator Ekspansi Global Memasuki babak baru ekspansi globalnya, mereka menemukan akselerator yang tepat melalui kemitraan strategis dengan Stellantis pada 2023. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat kesiapan merek ini untuk bermain di panggung internasional.  Baca Juga:
AHY Targetkan Kebijakan Zero ODOL Berlaku Efektif Januari 2027
Bagi Stellantis, kemitraan ini bukan sekadar ekspansi portofolio, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan brand berbasis teknologi kuat ke pasar-pasar potensial, termasuk Indonesia. Dengan fondasi riset dan pengembangan internal serta penguasaan sistem inti kendaraan listrik. 
 
Mulai dari motor, baterai hingga perangkat lunak, perusahaan ini memperkaya Stellantis Brand House dengan kapabilitas engineering yang solid. Kehadirannya menjadi bagian dari arah jangka panjang Stellantis dalam menghadirkan pilihan mobilitas masa depan yang relevan, inovatif, dan semakin dekat dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek Whoosh Perlu Dievaluasi, Balik Modal Bisa Tembus 100 Tahun
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Ciptakan Peluang Kerja Lulusan SMK, Astra Perkuat Vokasi di Daerah untuk Pendampingan Guru dan Siswa
• 23 menit laludisway.id
thumb
Ramai Soal LPDP, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia akan Menyesal
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Imlek Festival 2026 Jadi Momen Belajar Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1,62 Juta Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, Okupansi Capai 41,86 Persen
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.