Gunakan Jet Pribadi Saat Kunker ke Sulsel, Menag Klarifikasi ke KPK

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedatangan Menag untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan pesawat khusus saat berkunjung ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026 untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar.

BACA JUGA:23 Korban Kecelakaan TransJakarta Koridor 13 Sudah Pulang, Biaya Pengobatan Ditanggung DKI

BACA JUGA:Massa Geruduk KPK, Minta Oknum Staf Ahli Kementerian Diperiksa atas Dugaan Gratifikasi

Menag di awal menjelaskan bahwa sudah beberapa kali datang ke KPK. Menag bahkan pernah menyerahkan pemberian dari seseorang yang dia duga waktu itu terkait penyelenggaraan haji. Menag juga beberapa kali berkonsultasi ke KPK. 

“Kali ini kita datang lagi untuk menyampaikan terkait kemarin kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan, menggunakan pesawat khusus. Saya datang ke sini untuk menyampaikkan hal itu,” ujar Menag di kantor KPK, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Menag bersyukur pertemuannya dengan KPK berjalan lancar. Menag juga memberikan apresiasi kepada KPK yang memberi ruang baginya untuk menyampaikan penjelasan. Menag bertekad dirinya dapat menjadi contoh bagi para pegawai di Kementerian Agama maupun para penyelenggara negara, dalam pencegahan gratifikasi dan pemberantasan korupsi. 

BACA JUGA:Soroti Kasus Fandi Ramadan, Komisi III DPR RI Tegaskan Pidana Mati Bukan Hukuman Pokok

BACA JUGA:Isu Dana Zakat Dicaplok untuk MBG, SPPG Bantah: Anggaran Full dari Negara

“Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi temen-temen lain. Mari kita mencoba untuk mendukung seluruh gagasan yang telah kita sosilaisasikan, terutama dari KPK. Mari kita menjadi penyelenggara yang baik,” ajak Menag. 

“Laporkan apapun yang mungkin syubhat buat kita. Laporkan apa adanya. Kita jangan khawatir. Mudah-mudahan hal (pelaporan) ini adalah contoh yang baik untuk siapapun juga yang sebagai penyelenggara negara,” tegasnya.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa pelaporan dugaan gratifikasi di awal yang dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi teladan yang positif bagi setiap penyelenggara negara untuk melaporkan apapun penerimaan yang dilakukannya. Ini juga menjadi salah satu bentuk mitigasi awal.

“Kita lakukan pencegahan-pencegahan khususnya terkait konflik kepentingan yang barang kali ke depan akan muncul,” sebutnya.

Budi Prasetyo menggarisbawahi tiga hal yang disampaikan Menteri Agama. Pertama, bagaimana seorang Menteri sebagai penyelenggara negara harus punya komitmen kuat dalam memberantas korupsi, khususnya terkait upaya pencegahan, salah satunya dengan melaporkan gratifikasi sejak awal.

BACA JUGA:Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Menguat Meski Kembali Ditutup Melemah

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akses Pendidikan yang Inklusif: Pelajaran dari Tangerang hingga Kerja Sama dengan Kenya
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aswan di Mesir Catat Lonjakan Wisatawan Musim Dingin, Tur Sungai Nil Jadi Daya Tarik Utama
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Sidang Etik Bripda Masias Digelar di Polda Maluku, Saksi Nasri Hadir Pakai Infus
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Infografis Khasiat Kurma untuk Kesehatan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Meski Bulan Puasa, Ganjil-Genap Tetap Berlaku Hari Ini Senin (22-2-2026)
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.