JENEWA, KOMPAS.com - Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Sidharto Suryadipuro menekankan hak yang setara antarbangsa dan negara saat memimpin sidang High-Level Segment (HLS) atau segmen tingkat tinggi Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026).
Sidharto mengatakan, kehadiran 120 pejabat tinggi dari berbagai negara dalam sidang tersebut memberikan pertanda kuat bahwa HAM masih menjadi isu penting dalam hubungan kerja sama multilateral.
Wakil Tetap Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa ini mengatakan, kehadiran para delegasi menegaskan kembali keyakinan pada HAM yang fundamental.
Baca juga: 3 Pesan yang Akan Disampaikan Menlu RI dalam Sidang Ke-61 Dewan HAM PBB
"Pada martabat dan nilai manusia, dan pada hak yang sama antara laki-laki dan perempuan, serta (kesetaraan) bangsa-bangsa kecil dan besar," kata Sidharto.
Sidharto juga mengatakan, dalam sidang ini juga dijadikan momentum refleksi setelah dua dekade Dewan HAM PBB berdiri.
Beragam pencapaian mulai dari dorongan dialog dan kerja sama antar negara, hingga memajukan norma dan standar yang memperkuat mekanisme akuntabilitas.
"Dewan HAM telah berevolusi, Dewan HAM telah memperluas perangkatnya, Dewan HAM telah menanggapi krisis yang muncul, dan Dewan HAM tetap menjadi pilar utama bangunan HAM internasional," tutur dia.
Baca juga: Hari Ini, Indonesia Akan Pimpin Sidang Dewan HAM PBB Ke-61
Dia juga sempat menyentil krisis keuangan yang terjadi dalam PBB yang bisa mempengaruhi kemampuan kolektif dalam melaksanakan mandat.
Namun krisis tersebut tidak membuat negara-negara anggota kendur. Dia menyebut tekad untuk memperjuangkan penegakan HAM justru menjadi lebih kuat.
"Biarlah sesi ini menjadi seruan baru untuk mendengarkan, bekerja sama, dan bertindak, dan menandai kebangkitan Dewan HAM dalam memenuhi tuntutan saat ini," ucapnya.
Pada akhir pidatonya, Sidharto mengajak seluruh hadirin di dalam ruangan untuk mengheningkan cipta, sebagai bentuk mengenang semua korban pelanggaran HAM di seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang