Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Pakistan di Afghanistan, Taliban Ancam Balas

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Pesawat tempur Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah timur dan tenggara Afghanistan, Minggu, 22 Februari 2026 dini hari, menargetkan lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian militan, sementara otoritas Afghanistan melaporkan jatuhnya korban warga sipil dan berjanji akan melakukan pembalasan.

Melalui platform media sosial X, Kementerian Penerangan Pakistan menyatakan serangan lintas batas itu menghantam "tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris" yang disebut milik Taliban Pakistan dan kelompok ISIS Khorasan.

Baca Juga :
Bos Kartel Narkoba Paling Kejam di Meksiko 'El Mencho' Tewas Usai Disergap Aparat
Iran Siap Merespons Tegas Setiap Agresi Militer: AS Harus Tanggung Jawab!

Kementerian itu menyatakan memiliki "bukti kuat" bahwa serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk satu di ibu kota Islamabad, direncanakan dan dilancarkan dari wilayah Afghanistan.

Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan Talal Chaudhry mengatakan kepada stasiun televisi Geo News bahwa sedikitnya 70 orang tewas dalam serangan tersebut, mengutip laporan awal.

Kementerian Pertahanan Afghanistan dalam pernyataan yang diunggah di X mengatakan bahwa "respons yang tepat dan terukur" akan diambil pada waktu yang sesuai.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan memanggil Duta Besar Pakistan untuk Kabul Ubaid Ur Rehman Nizamani dan menyerahkan nota protes atas serangan udara tersebut.

Media Afghanistan Tolo News melaporkan bahwa serangan udara menghantam distrik Khogyani, Ghani Khel, dan Behsud di Provinsi Nangarhar, serta distrik Barmal dan Urgun di Provinsi Paktika. Mengutip sumber setempat, media itu menyebut warga sipil termasuk di antara mereka yang menjadi sasaran.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Enayatullah Khwarazmi dan juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan perempuan dan anak-anak.

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan kekerasan militan, yang sebagian besar dituding dilakukan oleh Taliban Pakistan dan kelompok separatis terlarang, Baloch.

Islamabad menuduh Taliban Pakistan beroperasi dari Afghanistan, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Afghanistan yang dipimpin Taliban di Kabul.

Hubungan kedua negara bertetangga itu tegang sejak bentrokan mematikan pada Oktober lalu. Gencatan senjata yang dimediasi Qatar sebagian besar bertahan, tetapi pembicaraan lanjutan di Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan resmi.

Pakistan juga menuduh India memfasilitasi serangan teror di wilayahnya melalui perbatasan Afghanistan yang rawan, tuduhan yang dibantah New Delhi.

Baca Juga :
Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Iran Berisiko Picu Insiden Nuklir, Guncang Stabilitas Global
Awal Puasa Ramadhan di Pakistan Diprediksi 19 Februari, Arab Saudi Tunggu Pengamatan Hilal Besok
Budaya Bangsa Terancam Tergerus, GPPMP Ungkap Jurus 'Sebar Virus' Nilai Proklamasi dan Pancasila ke Gen Z

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyambangi Samsat Pati di Tengah Isu Stop Bayar Pajak
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pelajar Tewas Dianiaya Brimob, Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Tak Ada Fakta yang Ditutupi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
BI Perpanjang Jadwal Penukaran Uang Ramadan 2026, Kuota untuk Pulau Jawa Ditambah
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Gembong Kartel Narkoba El Mencho Dibunuh Tentara Meksiko, Ternyata Mantan Polisi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Skin Barrier Bayi Lemah? Ini Dampaknya dan Cara Memperkuatnya
• 23 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.