Setahun Kepemimpinan Supian-Chandra di Depok Dinilai belum Sentuh Isu Substantif

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

LAMBANNYA eksekusi kebijakan menjadi sorotan tajam dalam setahun masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah. Pemerintah kota (Pemkot) pun dinilai belum membawa perubahan signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Setahun tiga hari Supian-Chandra menjabat tak bawa perubahan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota tak membuktikan komitmen untuk bekerja lebih keras dalam memajukan Kota Depok," ujar pengamat kebijakan publik sekaligus dosen Universitas Pancasila, Murthada Sinuraya, Senin (23/2).

Sinuraya mengkritik adanya jurang pemisah antara janji politik dengan realitas di lapangan. Ia menyebut ekspektasi masyarakat terhadap akselerasi pembangunan pascapilkada sejauh ini hanya menjadi retorika tanpa aksi nyata. "Harapan masyarakat akan perubahan cepat setelah pilkada terkesan hanya omon-omon," cetusnya.

Baca juga : Pamit, Wali Kota Depok Mohammad Idris Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

Daftar Proyek Mangkrak
Sejumlah persoalan krusial yang menjadi rapor merah dalam setahun terakhir meliputi:

  •     Kemacetan: Rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan, pembangunan Underpass Citayam, dan Flyover Margonda-Juanda yang belum menunjukkan progres fisik.
  •     Krisis Sampah: Penanganan TPA Cipayung yang kian kritis (overload) meski ada janji pembebasan lahan 3 hektare.
  •     Infrastruktur: Kerusakan jalan di 11 kecamatan yang kian meluas dan mengancam keselamatan pengendara.
  •     Ketertiban: Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar tradisional dan kawasan Car Free Day (CFD) yang jalan di tempat.

Terkait kemacetan di Jalan Raya Sawangan, Sinuraya mengingatkan janji Pemkot untuk membebaskan lahan di Simpang Parung Bingung guna memperlancar arus kendaraan. "Katanya akan memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan, supaya pergerakan kendaraan jadi lebih mudah," ucap Sinuraya.

Warning Kepercayaan Publik
Sinuraya memperingatkan bahwa stagnasi pembangunan ini dapat memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Supian-Chandra.

"Jangan sampai publik tidak percaya. Kalau publik sudah tidak percaya, akan muncul sebagai upaya pembangkangan. Kalau itu yang terjadi, maka itu bahaya, itu warning," tutupnya. (KG/P-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, BP Masih Stabil Sejak Awal Februari
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gempa Besar M7,2 Guncang Sabah Malaysia, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 dan Peluncuran Kelurahan Sadar Kerukunan, Makassar Perkuat Indeks Toleransi
• 26 menit laluharianfajar
thumb
Anggota DPR desak Kapolri cepat atasi kasus anggota sebab rakyat resah
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Suasana Haru di RS Latumeten: Kapolda Maluku Minta Maaf Langsung ke Keluarga Korban Keberingasan Oknum Brimob
• 56 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.