Fleksibel dan Mudah Diakses, Ojol Jadi Jawaban Anak Muda di Tengah Minimnya Lowongan Kerja

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah sulitnya akses terhadap pekerjaan formal, banyak anak muda yang kini beralih menjadi pengemudi ojek online (ojol).

Meski sering dipandang sebagai pekerjaan sementara, pengalaman menjadi ojol kerap menjadi jalan bagi generasi muda belajar mengatur waktu dan memanfaatkan peluang.

Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat, menilai, fleksibilitas menjadi salah satu daya tarik utama anak muda yang memilih menjadi pengemudi ojol.

“Karena pekerjaan ini kan yang fleksibel, mudah, memungkinkan mereka untuk bekerja sesuai dengan waktu yang mereka pilih," ujar Rakhmat saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Kebebasan mengatur waktu sendiri membuat pekerjaan ini cocok bagi generasi muda yang tidak ingin terikat jam kerja ketat dan ingin memiliki kontrol atas jadwal harian.

“Hal ini sangat menarik bagi anak-anak muda yang ingin mengatur waktu mereka sendiri. Jadi mereka punya kebebasan lah, enggak mau diatur, enggak mau terkekang," jelasnya.

Selain fleksibilitas, menurut Rakhmat, penetrasi teknologi dan penggunaan smartphone yang tinggi juga mempermudah anak muda untuk bergabung menjadi ojol.

Baca juga: Ojol Jadi Batu Loncatan Anak Muda, dari Lunasi Utang hingga Biayai Kuliah

Sulitnya Lapangan Kerja Formal

Selain itu, Rakhmat menekankan, faktor kesulitan mendapatkan pekerjaan formal menjadi pendorong lain anak muda beralih ke sektor informal.

Ia mengatakan, keterbatasan lapangan kerja formal berkaitan erat dengan kondisi ekonomi, termasuk iklim ekonomi yang tidak kondusif dan persaingan ketat di pasar kerja.

“Pekerjaan di sektor formal yang terbatas terutama di tengah tingginya angka pengangguran dan ketatnya persaingan untuk posisi-posisi yang memerlukan kualifikasi tertentu, membuat pekerjaan di sektor informal menjadi pilihan yang lebih cepat, lebih instan, dan mudah diakses," jelas Rakhmat. 

Pendapatan Fluktuatif

Namun, kata Rakhmat, meski menawarkan kebebasan, pekerjaan sebagai ojol memiliki pendapatan fluktuatif yang dapat memengaruhi rasa aman dan kepercayaan diri anak muda.

Ia menjelaskan, ketidakpastian ini menyebabkan perencanaan jangka panjang seperti membeli rumah atau merencanakan pendidikan menjadi sulit bagi generasi muda.

Rakhmat mengingatkan, apabila pekerjaan ojol menjadi satu-satunya jalan hidup, generasi muda berisiko terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan peluang pengembangan keterampilan maupun karier.

Baca juga: Potret Suram Jalur Sepeda di Jakarta Pusat, Diserobot Parkir Liar, Ojol, hingga Bajaj

“Ketika pekerjaan ini menjadi jalan satu-satunya untuk bertahan hidup, anak muda itu mungkin akan kesulitan untuk keluar dari siklus tersebut dan mengejar pekerjaan yang lebih stabil dan menguntungkan," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai solusi, Rakhmat menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung anak muda agar tidak terjebak di pekerjaan informal tanpa kepastian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Debut Dion Markx Bersama Persib di BRI Super League: Laga yang Sangat Sulit Melawan Persita
• 16 jam lalubola.com
thumb
Aksa Mahmud Harap FK Unibos Miliki RS Sendiri
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
2 Resep Olahan Telur Simpel untuk Sahur Mepet Imsak: Praktis dan Cepat
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerindra soal Usulan Ambang Batas Parlemen 7%: Terlalu Tinggi Bagi Parpol
• 21 jam laludetik.com
thumb
Usai Vonis Etik, Bripda MS Penganiaya Remaja Hingga Tewas Segera Disidang Pidana
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.