Bisnis.com, JAKARTA — Wiraraja Group baru-baru ini, memboyong perusahaan cip asal Amerika Serikat (AS) untuk membangun industri semikonduktor di Indonesia.
Nilai investasi yang akan ditanamkan tak main-main yakni US$4,9 miliar atau setara Rp82,88 triliun (asumsi kurs Rp16.915 per US$) pada tahap awal. Investasi berpotensi bertambah sebesar US$26,7 miliar atau sekitar Rp533,09 triliun bila tahap pertama berjalan lancar.
Mitra strategis dari AS yang terlibat adalah Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA. Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement) tersebut secara resmi ditandatangani pada 18 Februari 2026 serta perjanjian lanjutan dengan Tynergy Technology Corp.
Proyek tersebut diinisiasi PT Galang Bumi Industri sebagai pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam.
Adapun, Wiraraja Group dimiliki oleh Akhmad Ma'ruf Maulana alias Haji Ma'ruf. Dia juga merupakan direktur utama PT Galang Bumi Industri.
Di balik kesuksesannya sebagai pemilik kawasan industri besar di Batam dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2025–2029, tersimpan perjalanan panjang seorang perantau dari Madura yang memulai hidup dari bawah.
Baca Juga
- RI Gandeng AS Bangun Industri Semikonduktor Senilai Rp82,88 Triliun di Batam
- AS Berpotensi Investasi Rp533 Triliun di Batam, Ini Daftar Industri yang Dibangun
- Perjanjian Dagang RI-AS Jadi Momentum Batam Perkuat Rantai Pasok Global
Pria bernama lengkap Akhmad Ma’ruf Maulana ini lahir di Sumenep, Jawa Timur. Seperti banyak perantau lainnya, dia meninggalkan kampung halaman dengan tekad memperbaiki nasib. Masa mudanya tidak diwarnai kemewahan.
Dia disebut pernah bekerja serabutan, dari buruh cuci mobil hingga kernet bus. Langkah awalnya di dunia bisnis dimulai dari sektor kecil, merintis usaha plastik dengan modal dan jaringan yang terbatas. Perlahan tapi pasti, usahanya berkembang. Kepekaan membaca peluang industri dan keberanian mengambil risiko membawanya masuk ke sektor yang lebih besar.
Ma'ruf telah dikenal lama malang melintang di dunia usaha Provinsi Kepulauan Riau. Dia saat ini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional.
Di Batam, dia membangun dan mengembangkan kawasan industri yang kini menjadi salah satu simpul penting aktivitas manufaktur dan investasi. Titik balik usahanya mulai ketika berkecimpung di sektor industri energi bersih.
Melalui Wiraraja Group, Haji Ma’ruf memperluas kiprah bisnisnya ke berbagai sektor strategis, termasuk industri dan energi. Batam menjadi panggung utama perjalanan usahanya. Kota yang berada di jalur perdagangan internasional itu ia lihat bukan sekadar kawasan industri, melainkan gerbang masa depan industri Indonesia.
Kepercayaan pelaku industri nasional pun mengantarkannya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia untuk periode 2025–2029 dalam Sidang Munas IX HKI di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Di organisasi yang menaungi ratusan kawasan industri di seluruh Indonesia itu, ia membawa misi memperkuat daya saing kawasan industri nasional, mempercepat investasi, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah.
Namanya semakin mendapat sorotan ketika Indonesia menggandeng mitra dari Amerika Serikat untuk membangun industri semikonduktor bernilai besar di Batam. Proyek strategis tersebut digadang-gadang menjadi salah satu investasi teknologi tinggi terbesar, membuka peluang Indonesia masuk lebih dalam ke rantai pasok global industri cip dan energi bersih.
Keterlibatan Batam sebagai lokasi utama tak lepas dari peran para pelaku kawasan industri, termasuk Haji Ma’ruf, yang selama ini aktif mempromosikan kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri di wilayah tersebut.





