Garitan Kalongliud: Transformasi Pertanian Sirkular ANTAM untuk Ketahanan Pangan Desa

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor ANTAM menginisiasi Garitan Kalongliud, sebuah model pertanian sirkular terpadu yang memulihkan ekonomi desa melalui optimalisasi lahan tidur dan pengelolaan limbah.

Model ini tercipta berawal dari krisis akibat bencana alam dan pandemi pada tahun 2020. Saat itu, Desa Kalongliud di Kabupaten Bogor sempat menghadapi kerusakan irigasi total yang mematikan 150 hektar lahan tani.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2026: Produk Antam Makin Kinclong Anteng di Atas Rp 3 Juta per Gram
Harga Emas Hari Ini 21 Februari 2026: Produk Antam Meroket Tembus Rp 3,012 Juta Per Gram

Program ini terbukti efektif secara lingkungan dan teknis. Sebanyak 35 hektar lahan yang semula telantar kini kembali produktif dengan dukungan teknologi irigasi tetes yang menghemat air hingga 60%. 

Selain itu, pemanfaatan 25 ton limbah kotoran domba menjadi pupuk organik berhasil memangkas biaya pupuk kimia hingga 50%, sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebesar 21,5 ton CO₂eq per musim tanam.

Secara ekonomi, Garitan Kalongliud meningkatkan pendapatan kelompok tani hingga 65%, dengan keuntungan mencapai Rp246 juta pada periode budidaya cabai 2024–2025. 

Keberhasilan ini juga terlihat dari nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,34, yang berarti setiap satu rupiah investasi menghasilkan manfaat sosial lebih dari empat rupiah.

Sekretaris Perusahaan PT ANTAM Tbk, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata strategi keberlanjutan perusahaan yang menyeluruh. 

"Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial. ANTAM meyakini bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.

Model ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penguatan Desa berbasis potensi lokal sekaligus mendukung strategi keberlanjutan perusahaan dalam menjaga stabilitas sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Perjalanan Kalongliud menunjukkan bahwa pemulihan Desa tidak selalu harus dimulai dari intervensi besar melainkan dari perancangan sistem yang tepat.

Baca Juga :
Program MBG Dinilai Bantu Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Harga Emas Hari Ini 20 Februari 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi
Harga Emas Hari Ini Kamis 19 Februari 2026: Produk Antam Kinclong, Global Melorot

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua Komisi V Usul Minimarket Dibatasi Sampai Kecamatan demi Ekonomi Desa
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Bripda Dirja Pratama Bintara Muda Polda Sulsel Tewas Diduga Dianiaya Senior di Makassar
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Buton Diguncang Gempa Bumi Dangkal Akibat Aktivitas Sesar Aktif
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Proyek Waste to Energy di 33 Kota Ternyata Hanya Tangani 20 Persen Sampah
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Soroti Kasus Fandi Ramadan, Komisi III DPR RI Tegaskan Pidana Mati Bukan Hukuman Pokok
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.