Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) menekankan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) belum akan dieksekusi dalam waktu dekat.
Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, saat ini pihaknya masih berfokus pada pematangan tahap perencanaan teknis agar proyek infrastruktur strategis tersebut dilakukan secara tepat dan tidak gegabah.
“Tentunya kami sudah mendapatkan tugas dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, untuk bisa mempersiapkan perencanaan-perencanaan yang akan kita lakukan, baik untuk kegiatan yang ada kaitan dengan perencanaan program, maupun dari pelaksanaan kegiatan infrastruktur nantinya,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Didit menegaskan bahwa perlindungan pesisir utara Jawa tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan tanggul fisik semata. Proyek ini dirancang secara terintegrasi dengan melibatkan pembangunan tanggul pantai serta pemanfaatan ekosistem tanaman mangrove.
Seiring dengan hal itu, Didit mengaku belum dapat memastikan kapan proses pembangunan Giant Sea Wall dapat dilaksanakan. Dia pun menekankan, tidak dapat memastikan konstruksi bakal dijalankan pada tahun ini. Kecuali, proses perencnaan benar-benar telah rampung dilakukan.
"Saya tidak pernah mengatakan, [pembangunan dilaksanakan] bulan September [tahun ini], tidak pernah saya katakan seperti itu. Tapi saya berusaha untuk mempercepat infrastruktur itu tapi dengan tidak gegabah, karena harus dilakukan rencana program lain," jelasnya.
Adapun, dalam merampungkan tahap perencanaan ini, BOPPJ bakal menjalin kerja sama lintas sektor dengan berbagai kementerian dan lembaga. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga tingkat kecamatan.
Berdasarkan catatan Bisnis, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan komitmen pemerintah untuk membangun tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di wilayah Jakarta. Rencananya groundbreaking megaproyek bakal dilaksanakan pada September 2026.
Pramono menuturkan, rencana tersebut pun tetap menunggu arahan penuh dari pemerintah pusat sebelum melakukan realisasi pembangunan tanggul di tengah laut.
"Jakarta akan mengerjakan, tetapi kapan dimulainya? Rencana groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini,” ujarnya saat ditemui di kawasan Harmoni, Selasa (20/1/2026).
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta mendapat jatah pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 19 kilometer (km). Bertambah 7 km dari rencana awal sepanjang 12 km.





