pasar modal Indonesia turut mendukung percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah Sumatera, yang diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur vital.
IDXChannel - Seluruh ekosistem pasar modal nasional bersinergi bersama dalam menghadirkan dampak sosial yang maksimal, terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.
Bertepatan dengan momen bulan Ramadan, program ini dikemas dalam bentuk kegiatan Pasar Modal Peduli: Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan, yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jumat (20/2/2026) lalu.
"Di tengah dinamika ekonomi dan berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat, peran kolektif institusi pasar modal menjadi semakin relevan. Pasar modal bukan hanya sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi, namun juga bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab sosial," ujar Corporate Secretary BEI, Kaustar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya, pekan lalu.
Menurut Kautsar, kegiatan ini sengaja dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi Self-Regulatory Organizations (SRO), yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan melibatkan perusahaan tercatat, anggota bursa, dan pelaku pasar modal lainnya.
Melalui kegiatan ini, telah terkumpul donasi sebesar Rp3.957.291.169, yang bakal disalurkan melalui tiga lembaga mitra, yaitu Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation, yang bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan nilai toleransi.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi representasi komitmen bersama bahwa pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar Kautsar.
Kautsar juga menjelaskan, bahwa tema yang diangkat, yaitu "Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan” menegaskan bahwa solidaritas yang terbangun di antara pelaku pasar modal Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk memperluas dampak sosial, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Melalui program CSR ini, pasar modal Indonesia turut mendukung percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah Sumatera, yang diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur vital, seperti konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, serta sarana ibadah dan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan Pasar Modal Peduli yang melibatkan partisipasi kolektif ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kuat ekosistem pasar modal Indonesia.
"Kolaborasi tersebut kami wujudkan secara konkret melalui dukungan terhadap berbagai program pemulihan infrastruktur pasca bencana di wilayah Sumatera," ujar Kautsar.
Beragam program tersebut, di antaranya, meliputi pemulihan infrastruktur ibadah dan pendidikan melalui reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di wilayah Aceh bersama Wahid Foundation.
Lalupembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan bersama BenihBaik.com untuk memastikan akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak bagi masyarakat terdampak.
Tak ketinggalan juga pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi MCK bersama Sahabat Pedalaman guna memulihkan konektivitas dan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat.
Melalui sinergi ini, para pelaku pasar dan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tapi juga turut berkontribusi dalam membangun kembali fondasi kehidupan masyarakat, mulai dari akses air bersih, sanitasi, konektivitas wilayah, hingga penguatan fungsi sosial dan pendidikan di daerah terdampak.
Kautsar pun menegaskan bahwa Program Pasar Modal Peduli dapat menjadi bukti bahwa kekuatan kolaborasi ekosistem pasar modal Indonesia mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Tidak hanya sebagai motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional, pasar modal Indonesia juga hadir sebagai bagian integral dari solusi sosial yang inklusif dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang," ujar Kautsar.
(taufan sukma)




