Soal Mineral Kritis dengan AS, Bahlil: Sama Seperti Freeport Saja!

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa skema kerja sama mineral kritis antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan mengacu pada pola yang selama ini telah berjalan. Misalnya seperti kerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan asal AS dapat berinvestasi di sektor mineral kritis termasuk nikel, logam tanah jarang (LTJ), tembaga, dan emas. Namun, seluruh prosesnya tetap harus mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku di dalam negeri.

"Jadi equality treatment aja, nggak ada sesuatu yang yang yang baru. Tetapi memang harus saya akui bahwa pemberian kepada mereka ini seperti Freeport saja," kata Bahlil dalam Konferensi Pers secara virtual dikutip Senin (23/2/2026).


Baca: RI Bisa Ekspor Mineral Kritis ke AS Tapi Bukan Barang Mentah!

Bahlil mencontohkan model kerja sama dengan Freeport, di mana perusahaan tersebut memperoleh konsesi, melakukan eksplorasi, membangun fasilitas pemurnian (smelter), serta menjalankan produksi. Skema yang sama juga dapat diterapkan pada sektor mineral kritis lainnya.

"Freeport itu kan kita memberikan konsesi, mereka melakukan eksplorasi, mereka membangun smelter, mereka membangun produksi, hal yang sama mungkin sebagai contoh untuk diterapkan pada sektor-sektor mineral yang lainnya," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan selain perusahaan AS dapat masuk secara mandiri untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi, mereka juga dapat berkolaborasi melalui skema joint venture (JV) dengan perusahaan yang sudah ada, termasuk BUMN.

"Bisa juga dengan kita melakukan kolaborasi dengan BUMN kita. Jadi bisa join bareng-bareng yang sudah ada, mereka juga bisa masuk untuk ikut join bareng-bareng. Yang penting mereka bisa melakukan investasi," ungkap Bahlil.

Sehingga, nantinya akan terdapat dua skema yang dapat dilakukan. Perusahaan dapat masuk secara mandiri atau bergabung melalui skema joint venture (JV) dengan perusahaan yang sudah ada.

"Yang kedua, begitu mereka sudah berproduksi, membangun industrinya, maka hak mereka untuk mengekspor ke Amerika. Itu kita berikan ruang, sama juga dengan negara-negara lain. Jadi equality treatment aja, nggak ada sesuatu yang yang baru," ujarnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 2041, Pemerintah RI Bakal Raih Tambahan 12% Saham Freeport

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi Nyaris Mustahil! Olympiacos Butuh Keajaiban di Kandang Leverkusen
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Pulih dari Cedera, Pelatih Persib Siapkan Marc Klok dan Layvin Kurzawa untuk Hadapi Madura United
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Said Abdullah Tegaskan DPR Tak Pernah Putuskan Penutupan Ritel Modern, Kewenangan pada Pemerintah
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2026, Era Terakhir 1000cc
• 4 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.