Tersangka Pencabulan 3 Bocah Laki-laki di Tangsel Pernah Jadi Korban Pelecehan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polisi menyebutkan, FDR (18), tersangka kasus pencabulan terhadap tiga bocah laki-laki di Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), sebelumnya pernah menjadi korban pelecehan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, fakta tersebut terungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka.

"Dahulu dia (tersangka) pernah menjadi korban pelecehan juga yang mengakibatkan dirinya sendiri saat ini memiliki perilaku seksual yang menyimpang," ujar Wira di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Tangsel, Senin (23/2/2026).

Baca juga: 3 Anak Diduga Dicabuli Remaja di Tangsel, 2 Korban Adik Kakak

Hal tersebut membuat tersangka kembali melakukan hal serupa terhadap ketiga korban dengan cara mengajaknya bermain terlebih dahulu.

"Tersangka mengajak bermain kemudian melakukan perbuatan tersebut kepada korban. Dengan adanya hal tersebut tersangka melampiaskan nafsunya terhadap anak-anak," jelas dia.

Meski demikian, Wira menegaskan hal tersebut tidak menghapus unsur pidana yang dilakukan tersangka terhadap para korban.

Sebelumnya, polisi menerima laporan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur pada 10 Februari 2026.

Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik menetapkan FDR sebagai tersangka pada 19 Februari 2026.

Kronologi

Sebelumnya, tiga anak laki-laki di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan di wilayah Tangsel.

Kasus ini diungkapkan oleh H selaku orangtua dari dua korban pada Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Remaja Laki-laki di Tangsel Jadi Tersangka Pencabulan 3 Bocah Sesama Jenis

H mengetahui kejadian tersebut dari pihak sekolah pada Kamis (5/2/2026).

Saat itu, seorang guru sekolah dasar melihat adanya bekas kemerahan pada bagian leher salah satu siswanya.

Guru tersebut kemudian memanggil siswa itu untuk dimintai keterangan.

Dari hasil penelusuran pihak sekolah, muncul dugaan adanya tindakan tidak pantas yang menimpa siswa tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Teman anak saya ini korban juga. Sempat dipanggil sama guru, kan. Ditanyalah sama guru, kenapa lehernya merah. Dia bilang, dicium sama anak saya," ujar H saat ditemui, Selasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Heroik Tim SAR Selamatkan Pendaki Gunung Abang Bali, Dievakuasi dari Ketinggian 1.450 mdpl
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Defensive Detachment: Psikologi di Balik Sikap Cuek dan Perlindungan Diri
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Dramaturgi ‘Mens Rea’ dan Ujian Demokrasi
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Blak-blakan Akui Pakai Sepatu Hak 4 Cm, Atta Halilintar Tepis Tudingan Insecure Soal Tinggi Badan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Jadwal Ganjil Genap Jakarta 23-27 Februari 2026, Ini 25 Ruas Jalan Terdampak
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.