Ini Daftar Hewan yang Selamat saat Dinonaurus Punah

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

SEKITAR 66 juta tahun lalu, sebuah asteroid menghantam wilayah yang kini dikenal sebagai Kawah Chicxulub di Meksiko. Dampaknya memicu peristiwa kepunahan massal yang disebut K-Pg extinction. Semua dinosaurus non-unggas lenyap. Namun tidak semua kehidupan ikut tamat. Beberapa kelompok hewan justru bertahan dan menjadi fondasi ekosistem modern.

Berikut ini daftar kelompok hewan yang menurut sumber-sumber ilmiah American Museum of Natural History dan Encyclopaedia Britannica terbukti lolos dari bencana global tersebut.

Burung: Dinosaurus yang Masih Hidup

Fakta paling menarik, burung adalah dinosaurus yang selamat. Secara evolusi, burung modern berasal dari kelompok dinosaurus theropoda. Ketika spesies seperti Tyrannosaurus rex punah, garis keturunan yang mengarah pada burung justru bertahan.

Baca juga : Mengungkap Misteri Asteroid Pemicu Kepunahan Massal 66 Juta Tahun Lalu

Penelitian paleontologi menunjukkan burung purba yang berukuran kecil dan mungkin pemakan biji punya peluang hidup lebih besar karena bisa beradaptasi di lingkungan yang hancur pasca-tabrakan asteroid. Jadi setiap kali melihat ayam atau elang, secara teknis kita sedang melihat “dinosaurus modern”.

Buaya dan Kura-Kura: Reptil Tahan Krisis

Kelompok crocodilian seperti buaya dan alligator sudah ada sebelum kepunahan massal dan tetap bertahan sesudahnya. Mereka hidup di perairan tawar dan punya metabolisme lambat, yang diduga membantu mereka bertahan saat sumber makanan menipis drastis.

Kura-kura juga termasuk penyintas. Fosil menunjukkan garis keturunannya melewati batas K–Pg tanpa punah total. Adaptasi hidup di air dan pola makan fleksibel kemungkinan menjadi faktor kunci.

Baca juga : Meksiko Membara Pasca-Tewasnya El Mencho, AS Minta Warganya Segera Cari Tempat Berlindung

Mamalia Kecil: Awal Dominasi Baru

Saat dinosaurus menguasai daratan, mamalia masih kecil, mirip tikus, dan hidup di bawah bayang-bayang reptil raksasa. Justru ukuran kecil dan kebiasaan hidup tersembunyi ini menjadi keuntungan. Setelah dinosaurus punah, mamalia berevolusi cepat dan mengisi relung ekologi yang kosong.

Dari kelompok inilah kemudian muncul primata, paus, kucing besar, hingga manusia.

Amfibi dan Ikan Tertentu

Katak, salamander, serta beberapa kelompok ikan air tawar juga selamat. Lingkungan air tawar relatif lebih stabil dibanding daratan yang terdampak kebakaran global dan musim dingin ekstrem akibat debu atmosfer.

Kepunahan dinosaurus bukan akhir segalanya, melainkan reset besar dalam sejarah kehidupan. Yang bertahan bukan yang paling besar atau paling kuat, tapi yang paling adaptif. Burung, buaya, kura-kura, mamalia kecil, amfibi, dan ikan tertentu membuktikan dalam krisis global, fleksibilitas jauh lebih penting daripada ukuran.

Sumber: American Museum of Natural History, Encyclopaedia Britannica


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Blacklist Penerima LPDP yang Hina Negara: Tak Bisa Kerja di Seluruh Instansi Pemerintah!
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Bank Sumedang Setor Dividen Rp10,8 Miliar ke Kas Daerah
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pilu Ibu Kandung di Sukabumi Tahu Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M6,1 Guncang Alaska, BMKG: Tidak Timbulkan Tsunami di Indonesia
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Catat! Jadwal Laga Klasik Persebaya vs PSM
• 20 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.