?Penyidik Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, pada Senin siang, 23 Februari 2026. Pemeriksaan ini terkait pusaran kasus dugaan keaslian ijazah Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang sebelumnya diunggah oleh Dian ke media sosial.
Seusai menjalani pemeriksaan, Dian Sandi memaparkan bahwa penyidik melontarkan sejumlah pertanyaan, salah satunya mengenai izin penggunaan foto salinan ijazah Jokowi tersebut.
Dian dengan tegas membantah telah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk mengunduh dan menggunakan foto tersebut, termasuk kepada kubu Roy Suryo dkk. yang kini berstatus tersangka. Ia bahkan mengaku sama sekali tidak memiliki kontak telepon dari kubu tersebut.
"Foto ijazah yang saya unggah itu bentuknya miring, sesuai dengan aslinya. Tidak pernah ada yang diedit ataupun dimanipulasi," tegas Dian.
?Baca juga:
Roy Suryo Soroti Absennya Ijazah Jokowi di PN Surakarta
Pemeriksaan kali ini merupakan panggilan keempat bagi Dian Sandi, yang terdiri dari dua kali pada tahap penyidikan dan satu kali saat tahap penyelidikan.
Menanggapi adanya desakan dari pihak tertentu agar dirinya turut dijadikan tersangka dan ditahan, Dian menanggapinya dengan santai. Ia meyakini bahwa penyidik kepolisian telah bekerja secara profesional dan sesuai prosedur, sehingga tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan dari pihak mana pun.
Sebut Gugatan Sebagai Drama Politik
Lebih lanjut, Dian Sandi mengkritik keras narasi yang dibangun oleh para penggugat ijazah Jokowi. Ia menilai isu tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan hanya dibuat-buat untuk memancing sentimen publik dan politik.
Menurut Dian, tidak ada kebaruan atau perbedaan substansial pada dokumen tersebut. Ijazah kelulusan tahun 1985 itu adalah dokumen yang sama persis dengan yang digunakan Jokowi saat mendaftar Pilkada Solo (2005), Pilgub DKI Jakarta, hingga Pemilihan Presiden.
"Masa ketika mereka ditanya apa perbedaan antara ijazah yang satu dengan yang ini, mereka jawab karena perbedaan lipatan. Kan lucu, secara substansial semuanya masih sama," ujar Dian.
Dian juga mengungkap sebuah informasi bahwa pihak-pihak yang menggugat ijazah tersebut saat ini justru tengah mencari cara untuk bisa bertemu dengan Jokowi. "Entah drama apa lagi yang ingin mereka mainkan," pungkasnya.




