JAKARTA, KOMPAS.V - Mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mewanti-wanti agar Indonesia bersiap dengan potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga. Hal ini disampaikan SBY saat memberi kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyatakan pesan SBY tersebut disampaikan mengingat "sinyal" terjadinya perang dinilai sangat kuat.
"Beliau menyebutkan mungkin akan terjadi perang dunia ketiga karena beberapa potensi bagi terjadinya konflik di kawasan itu nyata, sinyalnya sudah sangat kuat," kata Aceh Hasan Syadzily dalam konferensi pers usai kuliah umum SBY, Senin (23/2).
Baca Juga: Prabowo Sebut Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi, Debu akan Menutup Matahari Puluhan Tahun
Ace mengatakan, menurut SBY, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga. Salah satunya adalah konflik memanas di sejumlah kawasan.
Ace menyebut konflik antarnegara sedang memanas di antaranya di Laut China Selatan (LCS), Semenanjung Korea, hingga konflik antara China dan Taiwan.
"Tadi disebut juga soal Greenland kemudian di Timur Tengah yang saya kira juga kita bisa menyaksikan konflik Palestina, Israel, Iran dan Amerika Serikat," kata Ace Hasan Syadzily.
Lebih lanjut, Ace menyampaikan bahwa pesan SBY adalah agar Indonesia berjaga-jaga mengamankan kedaulatan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah membina hubungan diplomasi dengan negara besar seperti AS, China, dan Rusia.
Selain memperkuat hubungan diplomasi, Indonesia dinilai juga harus memperkuat ketahanan dalam negeri dengan meningkatkan produksi pangan dan memperkuat kekuatan militer.
"Saya kira bapak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan itu dengan sangat baik dan kami terus mendukung upaya diplomasi," kata Ace Hasan Syadzily dikutip Antara.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- perang dunia ketiga
- sby
- kuliah umum sby
- lemhannas
- sby perang dunia ketiga





