Komisi V Tegaskan Tidak Pernah Minta Minimarket Ditutup Demi Koperasi Desa

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menegaskan pihaknya tidak pernah meminta agar minimarket atau toko ritel modern, seperti Indomaret atau Alfamart, ditutup karena keberadaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dia menegaskan bahwa adanya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa DPR mendukung toko ritel modern ditutup adalah informasi yang keliru.

Advertisement

BACA JUGA: Komisi V Ungkap 3 Penyebab Tiket Pesawat Mahal, Soroti Kebijakan Pemerintah

"Tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup," kata Lasarus seperti dilansir Antara, Senin (23/2).

Dia mengaku hanya menyampaikan soal pengaturan keberadaan toko ritel modern tersebut, tetapi bukan untuk ditiadakan.

Dia menyampaikan bahwa pembahasan di DPR terkait toko ritel modern itu adalah soal keluhan masyarakat, terutama pedagang toko kelontong yang terpaksa harus ditutup karena kalah bersaing.

Sebab, kata dia, bisnis ritel modern tersebut sudah merambah hingga ke pelosok desa bahkan dusun di Indonesia.

Dia menjelaskan pada saat rapat bersama pemerintah beberapa waktu lalu, hanya menyampaikan pemikiran agar toko ritel itu dibatasi cukup hingga kecamatan, demi menjaga perekonomian masyarakat desa.

Dengan begitu, pedagang sembako di desa dapat memiliki kesempatan ekonomi, termasuk setelah adanya program KDKMP.

"Biarlah rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun beri kesempatan kepada pedagang sembako di Desa dan Dusun serta Bumdes atau Koperasi Desa saja," katanya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UEFA Jatuhkan Larangan Bertanding Sementara pada Gianluca Prestianni Terkait Kasus Rasialisme
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 24 Februari 2026 di Mamuju, Manado, dan Kendari
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Hakim Cecar Komunikasi Nadiem dan Pihak Gojek Saat Jabat Menteri
• 54 menit lalukompas.com
thumb
Korsel Protes Rusia Usai Pasang Spanduk “Kemenangan” di Seoul
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Ekonom INDEF sebut Impor 105 Ribu Pikap dari India Merusak Tatanan Industri Otomotif Nasional
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.