Bisnis.com, MEDAN – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan perlunya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) sebelum penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) di sektor pertanian.
Hal itu disampaikan Bobby dalam rapat virtual bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) seiring rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan DEN untuk mengimplementasikan AI ke dalam sistem pertanian.
Dia meyakini AI akan dapat mendorong modernisasi sektor pertanian dan meningkatkan produksi. Namun, peningkatan kemampuan para pengguna seperti petani, penyuluh, maupun pihak lain juga perlu ditegaskan agar pemanfaatan teknologi dapat optimal.
“Penguatan sistem digital perlu dilakukan. Bukan hanya alat saja, tetapi juga SDM yang menggunakan,” ujar Bobby di Medan, Senin (23/2/2026).
Bobby mengatakan teknologi AI yang akan digunakan nanti dapat memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam dan panen, menganalisis hama beserta cara penanganannya, serta kebutuhan bertani lainnya. Hal ini tentu menjadi angin segar untuk memperbaiki kualitas sektor pertanian daerah.
Dia menyebut kemampuan pengguna teknologi akan berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan. Semakin mumpuni penggunanya, semakin baik pula tingkat keakuratan dan kemampuan AI dalam menunjang kebutuhan pertanian.
“Bila data yang diinput akurat, hasilnya bisa lebih akurat untuk memprediksi curah hujan, waktu tanam dan panen, bahkan menganalisa hasil produk pertanian kita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sistem pertanian berbasis AI untuk Sumut telah siap diterapkan. Dia juga mengatakan telah ada investor yang siap mendukung pengembangan teknologi pertanian tersebut.
“Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH2. Lahan sudah ada, jadi ini bukan angan-angan lagi. Titik-titiknya sudah dapat, tinggal kita ‘jahit’,” kata Luhut dalam rapat virtual tersebut.
Saat ini, sistem pertanian berbasis AI itu telah diterapkan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan yang diproyeksikan sebagai pusat riset pengembangan bioekonomi tropis Indonesia bagian barat.
Luhut menyebut dalam waktu dekat sistem pertanian modern berbasis AI tersebut bakal siap diaplikasikan pada sektor pertanian masyarakat.





